Banner Iklan

UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI VII 2026 dengan Capaian Hibah Riset Terbanyak

JSN Admin 2
29 Juni 2026 | 18.59 WIB Last Updated 2026-06-29T11:59:40Z
Universitas Muhammadiyah Malang meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur./dok.UMM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur.

Penghargaan bergengsi ini diraih pada kategori Penerima Program Hibah Penelitian dengan Pendanaan dan Judul Terbanyak 2026 (Bentuk Universitas/Institut), yang diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) pada 22 Juni 2026 lalu.

Capaian ini secara langsung mengukuhkan posisi Kampus Putih sebagai institusi pendidikan dengan ekosistem riset terkuat yang adaptif terhadap tantangan global.

Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Menurutnya, keberhasilan UMM merupakan hasil dari sistem dukungan yang dibangun secara komprehensif oleh universitas, mulai dari aspek pendanaan hingga pendampingan bagi dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Yang pertama berkaitan dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM," ungkap Salahudin pada rilis UMM, Senin (29/6).

UMM juga dinilai memiliki ekosistem riset yang kuat dan terstruktur. Berbagai unit pendukung seperti Lembaga Pengembangan Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga pusat-pusat studi menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya akademik yang produktif.

Keberadaan struktur organisasi tersebut memungkinkan dosen memperoleh dukungan yang berkelanjutan dalam melaksanakan penelitian maupun pengabdian.

Salahudin menegaskan bahwa strategi utama untuk meningkatkan produktivitas dosen adalah membangun kesadaran bahwa penelitian dan pengabdian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi. Oleh karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendukung agar para dosen dapat menjalankan kewajiban akademiknya secara optimal.

"Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian," bebernya.

Menurutnya, kuantitas penelitian harus berjalan beriringan dengan kualitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Untuk memastikan riset yang dilakukan benar-benar berdampak, UMM telah membentuk klaster penelitian dan pengabdian unggulan serta melakukan pemetaan wilayah sasaran berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial yang ada di lapangan.

"Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak," imbuh Salahudin.

UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian risetnya usai meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI./dok.UMM

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi perhatian penting dalam setiap program hibah di UMM, Salahudin menyebut bahwa universitas memiliki kebijakan yang mewajibkan setiap kegiatan penelitian dan pengabdian melibatkan mahasiswa. Keterlibatan tersebut mencakup proses penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan luaran penelitian berupa publikasi, poster ilmiah, maupun bentuk luaran akademik lainnya.

Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian riset dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Mulai dari dosen muda hingga dosen senior akan terus didorong untuk aktif meneliti dan mengabdi kepada masyarakat. Karena prestasi riset tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga kualitas serta sejauh mana penelitian tersebut mampu memberikan perubahan sosial bagi masyarakat. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI VII 2026 dengan Capaian Hibah Riset Terbanyak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now