Banner Iklan

SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA DI ERA DIGITAL Literasi Digital sebagai Kunci Menghadapi Arus Informasi

Admin JSN
30 Juni 2026 | 15.01 WIB Last Updated 2026-06-30T08:01:40Z

 
Ilustrasi, Sumber : MahasiswaIndonesia.id

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia berkomunikasi. Jika dulu informasi lebih banyak diperoleh melalui televisi, radio, atau surat kabar, sekarang hampir semua aktivitas komunikasi dilakukan melalui internet dan media sosial. Berbagai informasi dapat diterima hanya dalam hitungan detik melalui WhatsApp, Instagram, TikTok, YouTube, maupun platform digital lainnya. Berdasarkan Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024, tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai sekitar 79,5% dari total penduduk. Angka tersebut menunjukkan bahwa internet sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, saya, Nabiilah Hilyah Fardayani, menyusun artikel ini di bawah bimbingan Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. karena saya melihat bahwa perkembangan sistem komunikasi di Indonesia membawa banyak perubahan yang menarik untuk dibahas. Di satu sisi, teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi bersama.

Perubahan sistem komunikasi memberikan dampak positif dalam berbagai bidang kehidupan. Di dunia pendidikan, mahasiswa dapat mencari referensi pembelajaran melalui jurnal, e-book, maupun platform pembelajaran daring. Dalam dunia bisnis, pelaku usaha memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi sehingga mampu menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya yang relatif murah. Pemerintah juga mulai memanfaatkan media digital untuk memberikan pelayanan publik dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih cepat. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan komunikasi digital mampu meningkatkan efektivitas berbagai aktivitas masyarakat.

Meskipun demikian, kemudahan tersebut tidak selalu membawa dampak positif. Saat ini penyebaran informasi berlangsung sangat cepat sehingga berita yang belum tentu benar juga mudah beredar di media sosial. Tidak sedikit masyarakat yang langsung membagikan informasi tanpa melakukan pengecekan terhadap sumbernya. Akibatnya, hoaks, ujaran kebencian, maupun informasi yang bersifat provokatif dapat menyebar luas dan memengaruhi opini publik. Kondisi seperti ini sering terjadi ketika muncul isu politik, bencana alam, maupun permasalahan sosial yang sedang ramai diperbincangkan.

Selain penyebaran hoaks, perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi tantangan baru dalam sistem komunikasi Indonesia. Teknologi AI mampu menghasilkan gambar, suara, bahkan video yang terlihat sangat meyakinkan. Apabila digunakan secara bertanggung jawab, AI tentu memberikan banyak manfaat, seperti membantu proses belajar, pembuatan konten, hingga penyelesaian pekerjaan. Namun, apabila disalahgunakan, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu yang sulit dibedakan dengan informasi asli. Oleh karena itu, masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

Kemampuan tersebut dikenal sebagai literasi digital. Menurut Aksenta dkk. (2023), literasi digital tidak hanya berarti mampu mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga memahami informasi, menerapkan etika dalam ruang digital, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Dengan memiliki literasi digital yang baik, masyarakat akan lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum memiliki sumber yang jelas.

Pandangan tersebut diperkuat oleh penelitian Sudianto, Agustina, Jannah, dan Hidayah (2025) yang menyatakan bahwa literasi digital dan kemampuan berpikir kritis saling berkaitan dalam membantu masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menganalisis informasi yang beredar di media sosial. Seseorang yang memiliki kemampuan berpikir kritis akan lebih berhati-hati sebelum mempercayai maupun membagikan suatu informasi. Hal ini menjadi sangat penting mengingat media sosial saat ini menjadi salah satu sumber informasi utama bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, penelitian Ghozali dkk. (2024) juga menjelaskan bahwa literasi digital berperan penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat di era modern. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengevaluasi informasi, menjaga etika komunikasi, serta memanfaatkan media digital secara positif. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, lembaga pendidikan, media massa, keluarga, dan masyarakat harus bekerja sama agar ruang digital menjadi lebih sehat dan memberikan manfaat bagi semua orang.

Menurut saya, sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, perkembangan sistem komunikasi Indonesia merupakan peluang yang sangat besar. Saat ini setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan, membangun kreativitas, hingga mengembangkan karier melalui media digital. Banyak profesi baru juga bermunculan, seperti content creator, social media specialist, digital marketing, public relations, hingga jurnalis digital. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi membuka peluang kerja yang semakin luas, terutama bagi generasi muda yang mampu mengikuti perubahan zaman.

Namun, kebebasan dalam menggunakan media digital juga harus diimbangi dengan rasa tanggung jawab. Setiap pengguna media sosial sebaiknya membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Selain itu, etika dalam berkomunikasi juga harus tetap dijaga agar perbedaan pendapat tidak menimbulkan konflik maupun penyebaran ujaran kebencian. Menurut saya, kecanggihan teknologi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila digunakan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat, membangun komunikasi yang positif, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat.

Pada akhirnya, sistem komunikasi Indonesia akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Perubahan tersebut tidak dapat dihindari, tetapi dapat disikapi dengan cara yang bijaksana. Masyarakat perlu meningkatkan kemampuan literasi digital dan berpikir kritis agar mampu menghadapi berbagai tantangan komunikasi di era digital. Dengan kerja sama antara pemerintah, media massa, lembaga pendidikan, dan masyarakat, sistem komunikasi Indonesia diharapkan mampu menjadi lebih berkualitas, terpercaya, serta mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Kesimpulan

Perkembangan sistem komunikasi Indonesia di era digital telah memberikan banyak manfaat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan publik. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan berbagai tantangan, seperti penyebaran hoaks, penyalahgunaan teknologi, dan rendahnya kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi. Oleh karena itu, literasi digital menjadi bekal penting agar masyarakat mampu menggunakan media digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Melalui kerja sama antara pemerintah, media massa, lembaga pendidikan, dan masyarakat, sistem komunikasi Indonesia diharapkan dapat terus berkembang secara positif serta mampu menciptakan ruang komunikasi yang sehat, aman, dan bermanfaat bagi semua.

Daftar Pustaka

Aksenta, A., dkk. (2023). Literasi Digital: Pengetahuan & Transformasi Terkini Teknologi Digital Era Industri 4.0 dan Society 5.0. PT Sonpedia Publishing Indonesia. https://www.buku.sonpedia.com 

APJII. (2024). Survei Penetrasi Internet Indonesia Tahun 2024. https://apjii.or.id

Ghozali, S., Darmawan, D., Putra, A. R., Arifin, S., Arrozi, F., Firmansyah, B., & Al Mursyidi, B. M. (2024). Literasi Digital sebagai Pilar Peningkatan Kualitas Pendidikan Modern. NALA: Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(2). https://jurnalnala.id

Sudianto, R., Agustina, W., Jannah, A. K., & Hidayah, R. A. (2025). Analisis Literasi Digital dan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Era Media Sosial. LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya, 3(2). https://ejurnal-unisap.ac.id/index.php/leksikon 


Penulis : Nabiilah Hilyah Fardayani


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA DI ERA DIGITAL Literasi Digital sebagai Kunci Menghadapi Arus Informasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now