Banner Iklan

Presiden Prabowo: Aspirasi Masyarakat dari Media Sosial Tetap Menjadi Bahan Pertimbangan Pemerintah

Erdogan Thayyib
30 Juni 2026 | 15.08 WIB Last Updated 2026-06-30T08:09:44Z


 JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk melalui media sosial. Menurutnya, setiap masukan yang disampaikan publik akan menjadi perhatian pemerintah, tanpa memandang latar belakang penyampainya.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.600 peserta yang terdiri atas rektor, guru besar, akademisi, dan pemangku kepentingan di bidang sains dan teknologi.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menerima berbagai rekomendasi serta pertanyaan yang disusun para peserta konvensi. Ia memastikan seluruh masukan tersebut akan dipelajari sebagai bahan dalam proses penyusunan dan penyempurnaan kebijakan pemerintah.

“Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu-satu akan saya perhatikan. Saudara-saudara, jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau apa, saya segera tindaklanjuti,” ujar Prabowo.

Presiden menilai keterbukaan terhadap kritik maupun saran merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang responsif. Karena itu, pemerintah tidak boleh menutup diri terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kesulitan itu harus dihadapi. Kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” katanya.

Prabowo juga menyoroti peran teknologi digital yang dinilai semakin mempermudah pemerintah memperoleh informasi dari berbagai daerah. Menurutnya, perkembangan media sosial memungkinkan persoalan yang terjadi di wilayah terpencil dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya juga bisa dilakukan secara lebih responsif.

“Teknologi bisa membuat itu. Kesulitan di satu desa di Nias langsung dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat,” ucapnya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara bijaksana. Ia mencontohkan teknologi dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat apabila digunakan untuk kepentingan pembangunan, namun juga memiliki potensi risiko apabila tidak dikelola secara tepat.

Oleh karena itu, Prabowo berharap kalangan perguruan tinggi, peneliti, dan akademisi terus mengembangkan kajian mengenai pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Melalui keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat dan dukungan perkembangan teknologi, pemerintah berharap proses perumusan kebijakan dapat semakin adaptif terhadap kebutuhan publik serta mampu menghadirkan solusi yang lebih cepat, tepat, dan berdampak bagi masyarakat luas.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Presiden Prabowo: Aspirasi Masyarakat dari Media Sosial Tetap Menjadi Bahan Pertimbangan Pemerintah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now