Banner Iklan

Senator Lia Istifhama Apresiasi Edu Kampus School 2026: Batik dan Wayang Harus Jadi Kebanggaan Generasi Muda

Admin JSN
05 Juni 2026 | 19.13 WIB Last Updated 2026-06-05T12:13:49Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama kunjungi tenda pameran dari Desa Wisata Wayang Sidowarno di Edu Kampus School 2026, Surabaya./dok.istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Senator DPD RI, Lia Istifhama mengapresiasi penyelenggaraan Edu Kampus School 2026.

Salah satu aspek yang menarik perhatian Anggota Komite III DPD RI Lia Istifhama pada agenda ini adalah keberadaan pameran batik dan wayang.

Menurut Senator Lia Istifhama, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda harus terus dilakukan melalui berbagai cara.

Salah satunya terlihat dalam gelaran Edu Kampus School 2026 yang berlangsung di Jatim Expo Surabaya, dengan menampilkan kekayaan budaya Indonesia untuk diperkenalkan kepada para pelajar dan mahasiswa.

Melalui stan desa wisata binaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), pengunjung diajak menyelami beragam potensi budaya daerah yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan sejarah, filosofi, dan identitas bangsa yang patut dijaga.

Sejak hari pertama pameran (3/6), stan tersebut menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi. Berbagai produk unggulan daerah dipamerkan dengan konsep edukatif, memungkinkan pengunjung tidak hanya melihat hasil karya, tetapi juga memahami proses dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Di antara berbagai produk yang dipamerkan, batik dan wayang menjadi daya tarik utama. Keduanya berhasil mencuri perhatian para pelajar dan mahasiswa yang antusias mengamati ragam motif batik khas daerah serta koleksi wayang yang sarat makna.

Pengunjung diberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan batik, mulai dari tahapan menggambar motif hingga teknik pewarnaan yang menjadi ciri khas setiap daerah. 

Koleksi wayang yang dipamerkan juga menghadirkan cerita tentang nilai-nilai kehidupan, kepemimpinan, hingga kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kehadiran dua ikon budaya tersebut menjadi pengingat bahwa warisan leluhur tidak hanya layak dikenang, tetapi juga perlu dipahami dan dilestarikan oleh generasi masa kini.

Partisipasi desa wisata dalam Edu Kampus School 2026 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan budaya lokal kepada kalangan muda melalui pendekatan yang lebih dekat dan interaktif.

Pameran ini tidak sekadar menjadi ajang promosi destinasi wisata atau produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan generasi muda dengan kekayaan budaya Nusantara yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui buku atau media digital.

Dengan konsep yang edukatif dan inspiratif, para pengunjung diajak memahami bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset berharga yang memiliki peran penting dalam membangun karakter dan identitas bangsa.

Sebagai senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama mengapresiasi kehadiran desa wisata binaan KemenPANRB yang turut memperkenalkan potensi budaya lokal kepada kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Melalui kegiatan seperti ini, pelajar dan mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi pendidikan, tetapi juga memahami kekayaan budaya yang dimiliki daerahnya. Batik dan wayang harus menjadi kebanggaan generasi muda Indonesia," ungkap Lia Istifhama pada rilis Jumat (5/6).

Lia menyebut, pengenalan budaya sejak usia muda menjadi langkah penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan bangsa. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni atau peringatan tertentu, melainkan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk melalui dunia pendidikan.

"Kita ingin generasi muda tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga bangga untuk memperkenalkannya kepada dunia. Karena budaya adalah identitas yang membedakan kita sebagai bangsa," tegas Lia.

Kehadiran stan desa wisata dalam Edu Kampus School 2026 menunjukkan bahwa pendidikan dan budaya dapat berjalan beriringan.

Adapun agenda ini berlangsung sejak 3 Juni hingga Minggu, 7 Juni 2026 di Jatim Expo, Surabaya, dan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama Apresiasi Edu Kampus School 2026: Batik dan Wayang Harus Jadi Kebanggaan Generasi Muda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now