Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Soroti Reog Ponorogo di Edu Kampus School Expo 2026, Bukti Budaya Lokal Mampu Berinovasi

Admin JSN
05 Juni 2026 | 19.29 WIB Last Updated 2026-06-05T12:29:24Z
Anggota DPR RI Lia Istifhama saat mengunjungi beberapa gerai pameran di Edu Kampus School 2026 Surabaya./dok.istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Gelaran Edu Kampus School Expo 2026 di Jatim Expo Surabaya berlangsung sejak Rabu, 3 Juni 2026 dan menjadi salah satu perhatian Anggota DPD RI Lia Istifhama setelah kembali ke tanah air.

Ya, Senator Lia Istifhama sebelumnya menunaikan ibadah haji dan kini langsung kembali bertugas seperti biasanya di tanah air. Salah satu agenda yang dikunjungi adalah Edu Kampus School 2026 di Surabaya.

Ajang ini tidak hanya menjadi sarana mempertemukan pelajar dengan berbagai institusi pendidikan, tetapi juga menjadi panggung bagi lahirnya inovasi berbasis budaya lokal yang menarik perhatian pengunjung.

Di antara beragam produk yang dipamerkan, sebuah kearifan lokal bertema Reog Ponorogo berhasil mencuri perhatian, termasuk disorot oleh Senator Lia.

Produk tersebut mengangkat identitas budaya khas Jawa Timur melalui kemasan dan konsep yang terinspirasi dari seni pertunjukan Reog, salah satu warisan budaya yang telah dikenal hingga mancanegara.

Kehadiran produk ini menjadi bukti bahwa budaya tidak harus selalu diperkenalkan melalui pertunjukan seni atau pameran tradisional. Dengan sentuhan kreativitas, nilai-nilai budaya dapat dikemas dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk melalui produk konsumsi yang diminati generasi muda.

Reog yang dipamerkan mendapat respons positif dari pengunjung. Banyak pelajar dan mahasiswa yang tertarik karena konsepnya yang unik, memadukan unsur budaya daerah dengan tren industri kreatif yang berkembang saat ini.

Melalui pendekatan tersebut, budaya lokal tidak hanya menjadi simbol identitas, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk yang bernilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pameran ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan usaha kreatif. Ketika budaya diolah menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, maka nilai budaya tersebut akan semakin mudah dikenal dan diterima oleh berbagai kalangan.

Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi berbagai inovasi yang mengangkat kearifan lokal dalam bentuk produk kreatif. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga keberlangsungan budaya di tengah perubahan zaman.

"Budaya lokal tidak hanya dilestarikan melalui pertunjukan seni, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan mampu dikenal lebih luas oleh masyarakat," ungkap Lia pada rilis Jumat (5/6).

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan gagasan-gagasan baru yang mampu menghubungkan warisan budaya dengan kebutuhan pasar modern tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Inovasi berbasis budaya menurut Lia, bukan hanya tentang menciptakan produk baru, tetapi juga menjadi upaya memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ketika budaya lokal mampu dikemas secara kreatif dan menarik, maka potensi tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM, komunitas budaya, hingga desa-desa wisata.

"Budaya adalah aset yang sangat berharga. Jika dikelola dengan baik dan dikembangkan melalui kreativitas, budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada dunia," sambung Ning Lia.

Melalui kehadiran berbagai produk berbasis kearifan lokal, Edu Kampus School Expo 2026 tidak hanya memberikan wawasan pendidikan, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk melihat budaya sebagai sumber inovasi dan peluang masa depan.

Menurut Lia, Reog Ponorogo yang tampil dalam pameran tersebut dapat menjadi contoh bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang melalui kreativitas. Ini membuka potensi budaya tradisional tidak hanya dikenang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan modern yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Adapun Edu Kampus School 2026 akan berlangsung hingga Minggu, 7 Juni dan dapat dikunjungi tiap pukul 10.00 pagi WIB hingga malam pukul 22.00 WIB. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Soroti Reog Ponorogo di Edu Kampus School Expo 2026, Bukti Budaya Lokal Mampu Berinovasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now