Banner Iklan

Seminar Lentera Penyejuk Hati, SD Islam Surya Buana Kenalkan Pentingnya Makanan Halal dan Thayyib Sejak Dini

Admin JSN
06 Juni 2026 | 19.04 WIB Last Updated 2026-06-06T12:05:25Z
SD Islam Surya Buana menggelar Seminar Lentera Penyejuk Hati, kenalkan pentingnya makanan halal dan thayyib sejak dini./dok.istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - SD Islam Surya Buana Kota Malang bekerja sama dengan Paguyuban Kelas 1 menggelar Seminar Lentera Penyejuk Hati bertema 'Pengenalan Makanan Halal dan Thayyib Sejak Dini kepada Ananda', Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 SD Islam Surya Buana Malang ini menghadirkan narasumber Ustadzah Nurun Nayyiroh, M.Sc., Pengurus LP3H Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Seminar yang diikuti para wali murid dan keluarga besar sekolah tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dan mendapat sambutan antusias dari peserta. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya membiasakan anak memilih makanan yang halal, sehat, dan bersih, sekaligus menanamkan nilai bahwa makan merupakan bagian dari ibadah sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Kepala SD Islam Surya Buana Malang, Endang Suprihatin, S.S., S.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara sekolah dan Paguyuban Kelas 1 dalam menghadirkan program edukatif yang bermanfaat bagi orang tua.

"Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Melalui seminar ini, kami berharap para orang tua semakin memahami pentingnya mengenalkan makanan halal dan thayyib kepada anak-anak, baik dari segi bahan maupun proses perolehannya. Apa yang dikonsumsi anak akan menjadi bagian dari tubuh dan pertumbuhannya, sehingga aspek halal dan thayyib harus menjadi perhatian bersama," ujar Endang.

Sementara itu, perwakilan Paguyuban Kelas 1 sekaligus panitia kegiatan, Nur Zahrotul Laili, SE., MM menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk nyata sinergi antara orang tua dan sekolah dalam mendukung pendidikan karakter anak.

"Kami berupaya menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan orang tua saat ini. Melalui tema makanan halal dan thayyib, kami ingin mengingatkan bahwa memilih makanan yang baik tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan akhlak, pembentukan karakter, dan penguatan keimanan anak sejak usia dini," tuturnya.

Dalam sesi materi, Ustazah Nurun Nayyiroh menekankan pentingnya menanamkan kesadaran konsumsi makanan halal kepada anak sejak dini. Menurutnya, pendidikan halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kebersihan, serta pembentukan karakter.

"Sejak kecil, anak perlu diajarkan untuk memilih makanan yang halal, sehat, dan bersih. Selain itu, mereka juga perlu memahami bahwa aktivitas makan merupakan bagian dari ibadah dan bentuk rasa syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mengatur kewajiban sertifikasi halal melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib memiliki sertifikat halal.

Ketentuan ini mencakup berbagai jenis produk, mulai dari makanan dan minuman, obat-obatan, kosmetik, produk kimia dan biologi, hasil rekayasa genetik, hingga barang gunaan yang berasal dari unsur hewani.

Lebih lanjut, Nurun menjelaskan bahwa produk yang berasal dari bahan haram wajib mencantumkan keterangan 'tidak halal' secara jelas agar konsumen memperoleh informasi yang benar sebelum membeli atau mengonsumsinya.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa makanan yang dikonsumsi akan menjadi bagian dari tubuh seseorang. Karena itu, memilih makanan yang halal, sehat, dan bersih merupakan bentuk ikhtiar dalam menjaga kesehatan sekaligus menjalankan ajaran agama.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan besarnya potensi industri halal global.

Berdasarkan data tahun 2025, populasi Muslim dunia mencapai sekitar 2,15 miliar jiwa atau 26,11 persen dari total penduduk dunia. Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, yakni sekitar 248,6 juta jiwa.

"Besarnya jumlah penduduk Muslim menjadikan permintaan terhadap produk halal terus meningkat. Karena itu, jaminan halal tidak hanya menjadi kebutuhan konsumen, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi pengembangan ekonomi dan industri halal di Indonesia," paparnya.

Seminar digelar SD Islam Surya Buana untuk memperkenalkan makanan halal dan thayyib sejak dini.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Para wali murid tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait pemilihan produk halal, keamanan pangan, hingga proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Dalam kesempatan tersebut, Nurun yang juga merupakan pendamping proses produk halal menyampaikan kesiapan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mendampingi para wali murid yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (U MKM) dalam proses pengurusan sertifikasi halal hingga tuntas.

Melalui Seminar Lentera Penyejuk Hati ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Islam. (Mif)

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seminar Lentera Penyejuk Hati, SD Islam Surya Buana Kenalkan Pentingnya Makanan Halal dan Thayyib Sejak Dini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now