Banner Iklan

Seminar Nasional UMM Soroti Pendidikan Inklusif, Kolaborasi Guru dan Orang Tua Dinilai Jadi Faktor Penentu

Rahmani Hafidzi
06 Juni 2026 | 19.14 WIB Last Updated 2026-06-06T12:14:19Z

Foto: Seminar Nasional UMM tentang Pendidikan Inklusif (Sumber: Humas UMM)

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Transformasi digital di dunia pendidikan menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi penerapan pendidikan inklusif. Ketimpangan akses teknologi yang masih terjadi dinilai menjadi pekerjaan rumah besar agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar seminar nasional bertajuk “Inovasi Literasi Akademik bagi Pendidikan Inklusif di Era Digital: Membangun Sekolah Ramah, Adaptif, dan Berkemajuan” di Aula Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 UMM, Sabtu (23/5).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai kalangan, mulai akademisi, praktisi pendidikan, hingga pemerhati pendidikan untuk membahas strategi penguatan sistem pendidikan inklusif di tengah perkembangan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq yang diwakili Ir. Moch. Abduh, M.S., Ed., Ph.D., menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan kebijakan pendidikan inklusif yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik dengan latar belakang beragam.

Menurut Abduh, pemanfaatan teknologi pendidikan perlu diarahkan untuk memperluas akses belajar secara merata serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Malang, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menilai pendidikan inklusif harus menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan bebas diskriminasi.

Ia menekankan pentingnya komitmen institusi pendidikan dalam menyediakan ruang belajar yang memberikan kesempatan setara kepada seluruh peserta didik tanpa membedakan kondisi sosial maupun fisik.

Isu penguatan pendidikan inklusif juga dibahas oleh sejumlah akademisi, di antaranya Assoc. Prof. Ni’matuzahroh, S.Psi., M.Si., Ph.D. serta Prof. Dr. Khozin, M.Si., yang mengulas pentingnya pengembangan layanan digital terpadu dan kebijakan pendidikan inklusif di wilayah Jawa Timur.

Di sisi lain, Dr. Suharsiwi, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif. Menurutnya, keberhasilan sistem pembelajaran tidak hanya bergantung pada kesiapan sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak di lingkungan rumah.

“Keberhasilan pendidikan inklusif memerlukan sinergi berkelanjutan antara guru dan orang tua agar kebutuhan belajar anak dapat terpenuhi secara optimal,” jelasnya.

Sebagai bentuk penguatan komitmen, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Direktorat Sains dan Teknologi UMM. Selain itu, Magister Psikologi UMM juga menjalin kerja sama dengan Penerbit Erlangga Cabang Malang untuk mendukung pengembangan literasi akademik.

Kepala Cabang Erlangga Malang, Dodi Wahyudi, mengatakan kolaborasi antara dunia pendidikan dan penerbit menjadi langkah penting dalam menyediakan bahan literasi yang lebih inklusif dan berkualitas.

Seminar kemudian ditutup melalui Focus Group Discussion (FGD) SILLA MUTU yang membahas berbagai tantangan implementasi pendidikan inklusif di lapangan.

Melalui forum ini, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, dunia penerbitan, serta masyarakat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya sistem pendidikan inklusif yang lebih ramah, adaptif, dan relevan dengan perkembangan era digital. (raf)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seminar Nasional UMM Soroti Pendidikan Inklusif, Kolaborasi Guru dan Orang Tua Dinilai Jadi Faktor Penentu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now