![]() |
| Ilustrasi, Sumber : Pinterest. |
ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia berkomunikasi. Internet, media sosial, dan berbagai platform digital membuat informasi dapat disebarkan dalam hitungan detik. Perubahan ini sangat dirasakan oleh Generasi Z, yaitu kelompok yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan teknologi. Sebagai generasi yang paling aktif memanfaatkan media digital, Gen Z memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sistem komunikasi Indonesia agar tetap sehat, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sistem komunikasi Indonesia merupakan keseluruhan proses penyampaian informasi yang melibatkan masyarakat, media massa, pemerintah, serta perkembangan teknologi komunikasi. Sistem ini bertujuan menciptakan arus informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya. Di era digital, keberadaan sistem komunikasi yang baik menjadi semakin penting karena informasi yang beredar tidak selalu benar. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan informasi yang menyesatkan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Generasi Z menjadi kelompok yang paling banyak menggunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, X, YouTube, dan berbagai aplikasi komunikasi lainnya. Hampir setiap hari mereka memperoleh informasi, berbagi pengalaman, hingga menyampaikan pendapat melalui platform digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa Gen Z bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi penyebar informasi kepada masyarakat luas.
Oleh karena itu, kemampuan memahami sistem komunikasi Indonesia sangat diperlukan. Gen Z harus mampu membedakan informasi yang benar dengan informasi palsu melalui kebiasaan memverifikasi sumber berita sebelum membagikannya. Selain itu, penggunaan media digital juga perlu disertai etika komunikasi, seperti menghargai perbedaan pendapat, menghindari penyebaran ujaran kebencian, dan menggunakan bahasa yang santun. Dengan demikian, ruang digital dapat menjadi tempat berdiskusi secara sehat tanpa menimbulkan konflik.
Peran pemerintah, lembaga pendidikan, media massa, serta keluarga juga sangat penting dalam membentuk budaya komunikasi yang positif. Berbagai program literasi digital perlu terus ditingkatkan agar masyarakat, khususnya Gen Z, memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima. Di sisi lain, media massa memiliki tanggung jawab untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik sehingga dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya.
Jika sistem komunikasi Indonesia mampu berjalan dengan baik, masyarakat akan memperoleh informasi yang berkualitas, partisipasi publik akan meningkat, serta persatuan bangsa dapat terus terjaga. Sebaliknya, apabila komunikasi dipenuhi informasi palsu dan provokasi, stabilitas sosial maupun demokrasi dapat terganggu.
Pada akhirnya, Gen Z merupakan generasi yang akan menentukan arah perkembangan komunikasi Indonesia di masa depan. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, meningkatkan literasi digital, dan menerapkan etika dalam berkomunikasi, mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan ruang informasi yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab. Sistem komunikasi Indonesia yang kuat tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran setiap individu dalam menggunakan media komunikasi secara bijaksana.
Contoh Kasus yang Diperkuat Referensi
Contoh nyata dapat dilihat pada penyelenggaraan Pemilu 2024, ketika berbagai hoaks, video manipulatif, dan modus penipuan berkedok informasi pemilu beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan instan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama berbagai organisasi masyarakat untuk meningkatkan edukasi literasi digital dan mengajak masyarakat lebih kritis dalam memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Upaya tersebut menunjukkan bahwa sistem komunikasi Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi dan stabilitas demokrasi.
Kesimpulan
Perkembangan teknologi digital telah menjadikan Generasi Z sebagai aktor utama dalam sistem komunikasi Indonesia. Kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, disinformasi, dan rendahnya etika dalam berkomunikasi di ruang digital. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sistem komunikasi Indonesia menjadi sangat penting agar Gen Z mampu menggunakan media digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.
Mewujudkan sistem komunikasi yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau media massa, tetapi juga seluruh masyarakat, khususnya Generasi Z sebagai pengguna internet terbesar. Melalui peningkatan literasi digital, kemampuan memverifikasi informasi, serta penerapan etika komunikasi, Gen Z dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang aman, informatif, dan produktif. Dengan demikian, sistem komunikasi Indonesia dapat terus mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas, demokratis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan komunikasi di era digital.
Daftar Pustaka
Abdillah, F., & Putro, G. M. H. (2022). Digital Ethics: The Use of Social Media in Gen Z Glasses. Jurnal Komunikasi, 14(1).
Astuti, E. W. (2023). Literasi Digital Calon Pekerja Indonesia dan Self-control dalam Berbagi Konten Digital. Jurnal IPTEKKOM, 25(1), 1–16.
Ardi, I. M., dkk. (2023). Literasi Digital sebagai Upaya Kritis Memerangi Berita Bohong: Studi terhadap Gerakan MAFINDO. KOMUNIKA, 10(2), 145–153.
Yasa, A., & Rahayu. (2023). Pelajaran dari Aktivisme Digital KawalCOVID19 dalam Melawan Infodemic pada Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia. Jurnal IPTEKKOM, 25(1).
Sopani, I. (2022). Literasi Digital dalam Menghadapi Hoaks di Masa Pandemi. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 36–44.
Penulis :Moch Rizal Efendi, Program Studi Ilmu komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus Surabaya
Dosen Pengampu : Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?