Banner Iklan

Ngobrol Santai Penuh Gagasan Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Optimalisasi Pendapatan Daerah di Era Digital dalam Podcast Jawara

Admin Cyber
09 Juni 2026 | 21.40 WIB Last Updated 2026-06-09T15:00:25Z

Usai Podcast Jawara bertema "Peluang, Tantangan, dan Solusi di Era Digital", kebersamaan berlanjut dalam suasana santai makan siang bersama Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan dan rekan-rekan media dari JatimSatuNews, Tim Gempar, serta Pojoktelu.(Dok:Foto,SM).


PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM

Bangil, Pasuruan – Upaya mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan sektor ekonomi terus menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satunya melalui diskusi publik yang dikemas dalam program "Podcast Jawara" yang diselenggarakan oleh JatimSatuNews pada Selasa malam (9/6/2026) di Lesehan Ami Barokah, Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Mengangkat tema “Optimalisasi Pendapatan Daerah dari Sektor Ekonomi, Peluang, Tantangan, dan Solusi di Era Digital”, podcast tersebut menghadirkan tiga anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan sebagai narasumber utama, yakni Ketua Komisi II Agus Setya Wardana, Muhammad Husnul Arifin Billah, dan H. Heru Very Nurcahya. Acara dipandu oleh moderator Anis Hidayati yang berhasil membawa suasana diskusi menjadi hangat, santai, namun tetap sarat dengan gagasan dan solusi strategis.

Dalam diskusi tersebut, berbagai isu penting dibahas secara mendalam, mulai dari pengembangan sektor UMKM, pertanian, peternakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setya Wardana, dalam paparannya menyoroti pentingnya regenerasi petani muda sebagai salah satu langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, sektor pertanian saat ini membutuhkan tenaga-tenaga muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar.

Wardana secara khusus mengapresiasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program tersebut dinilai berhasil mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik dan mampu mengembangkan usaha di bidang pertanian maupun peternakan.

Ia menjelaskan bahwa Program YESS telah dilaksanakan di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut memberikan berbagai bentuk dukungan kepada generasi muda, mulai dari pelatihan perencanaan usaha, pendampingan, magang, hingga bantuan hibah usaha.

“Program YESS merupakan program yang sangat bagus. Mulai dari pembekalan materi untuk perencanaan usaha, pendampingan, program magang, hingga manfaat hibah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha pertanian dan peternakan. Saya sendiri juga termasuk penerima manfaat dari Program YESS dan merasakan langsung manfaatnya,” ujar Wahyu Jurnalis Jatimsatunews.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya terletak pada aspek pelatihan, tetapi juga pada kemampuannya membangun mental kewirausahaan bagi generasi muda agar lebih berani terjun ke sektor pertanian.

Wardana juga menekankan bahwa tantangan sektor pertanian saat ini bukan hanya berkaitan dengan produksi, melainkan juga hilirisasi produk dan pemasaran. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda yang memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital sangat dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

“Pertanian saat ini tidak lagi identik dengan cara-cara konvensional, tetapi sudah berkembang dengan dukungan teknologi dan inovasi yang sangat luas. Hilirisasi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Husnul Arifin Billah menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal dalam menghadapi perkembangan era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi memang membuka peluang yang sangat besar, namun pada saat yang sama juga menghadirkan persaingan yang semakin ketat.

Ia menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM maupun petani yang masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

“Tantangan di era digital bukan sekadar memiliki akses internet, tetapi bagaimana kita meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing. Perubahan pola pasar dan persaingan produk menuntut kita untuk terus berinovasi. Tanpa peningkatan kapasitas, peluang digital justru bisa menjadi bumerang bagi pelaku usaha lokal,” ungkap Billah.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus memperkuat program pelatihan dan pendampingan agar pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Di sisi lain, H. Heru Very Nurcahya menegaskan komitmen Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan untuk terus mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.

Ia menilai keberhasilan Program YESS dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai program serupa di tingkat daerah yang lebih fokus pada penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani maupun pelaku usaha kecil.

“Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan berharap keberhasilan Program YESS dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya program-program serupa yang mampu memperkuat sektor pertanian dan peternakan di daerah. Kami menegaskan komitmen untuk terus mendorong berbagai kebijakan yang berpihak kepada pengembangan ekonomi kerakyatan,” kata Heru Very Nurcahya.

Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam sektor produktif, maka peluang pertumbuhan ekonomi daerah juga akan semakin besar. Hal tersebut pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Menutup jalannya diskusi, moderator Anis Hidayati menyimpulkan bahwa tantangan ekonomi di era digital tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda agar peluang yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menilai diskusi tersebut menghasilkan berbagai gagasan konstruktif yang dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan.

Melalui Podcast Jawara ini, diharapkan muncul langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat sektor ekonomi daerah, mendorong regenerasi petani muda, meningkatkan daya saing UMKM, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Pasuruan di tengah pesatnya perkembangan era digital.(SM)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ngobrol Santai Penuh Gagasan Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Optimalisasi Pendapatan Daerah di Era Digital dalam Podcast Jawara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now