Foto: Suasana diskusi
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Unit Pengembangan Publikasi Ilmiah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuat gebrakan besar dalam mendongkrak kualitas riset akademis. Tepat pada hari ini Selasa (9/6/2026), sebuah workshop tingkat tinggi sukses digelar di Ruang Pertemuan Lantai 1, Gedung Megawati FITK.
Acara yang berlangsung spektakuler dan dinamis ini menghadirkan pakar riset bereputasi, Dr. Muhammad Saefi dari Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dengan mengusung tema “Strategi Penulisan Metode Penelitian dan Pemanfaatan AI secara Etis untuk Publikasi Ilmiah”, workshop ini langsung diserbu oleh para dosen dan peneliti yang antusias menembus jurnal internasional bereputasi (Scopus).
Tidak hanya soal metode, sesi yang paling memicu diskusi hangat adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan dalam dunia kepenulisan ilmiah. Di tengah pro-kontra penggunaan teknologi, Dr. Saefi hadir membawa perspektif yang mencerahkan dan solutif. Beliau membeberkan bagaimana cara “menjinakkan” dan memanfaatkan AI secara cerdas dan etis sebagai asisten riset bukan sebagai pengganti pemikiran manusia.
Lebih lanjut, Dr. Muhammad Saefi mengupas secara detail aspek krusial yang sering kali luput dari perhatian peneliti, yaitu prosedur pengumpulan data. Beliau memaparkan 4 pilar utama yang wajib dipahami dan ditulis secara eksplisit dalam manuskrip jurnal:
- Definisi Prosedur: Menjelaskan langkah demi langkah pelaksanaan penelitian secara kronologis, mulai dari awal hingga data benar-benar siap untuk dianalisis.
- Informasi Krusial (Bagian I): Peneliti harus mencantumkan kejelasan terkait perizinan penelitian, persetujuan etik (ethical clearance), serta proses rekrutmen responden.
- Informasi Krusial (Bagian II): Detail teknis mengenai proses pengumpulan data itu sendiri, mekanisme penyimpanan data (data storage), dan lini masa atau waktu penelitian.
- Karakteristik Prosedur (Integritas Data): Memastikan seluruh proses pengumpulan data berkualitas baik serta menjamin aspek integritas dan keamanan data.
Gedung Megawati menjadi saksi atmosfer akademik yang begitu hidup sepanjang hari ini. Melalui pelatihan ini, Unit Pengembangan Publikasi Ilmiah FITK tidak sekadar memberikan teori, melainkan memberikan suntikan keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan oleh para civitas akademika.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?