![]() |
| Foto Bersama Muktamar Terintegrasi Takmir Mahasiswa Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (MRP UB) 2026 |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (MRP UB) kembali mencatat sejarah penting dalam perjalanan dakwah kampus melalui penyelenggaraan Muktamar Terintegrasi Takmir Mahasiswa Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi organisasi kemahasiswaan berbasis masjid sekaligus melahirkan generasi pemimpin yang berintegritas dan bermental tangguh menghadapi tantangan era disrupsi.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, muktamar kali ini dilaksanakan secara terintegrasi dengan menggabungkan seluruh unit mahasiswa di bawah naungan MRP UB dalam satu forum bersama. Konsep baru tersebut menghadirkan kolaborasi yang lebih kuat antarunit sekaligus menyatukan visi besar pengembangan dakwah kampus yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Empat unit yang mengikuti muktamar tersebut yakni Unit Mahasiswa Masjid Raden Patah (UM MRP), Pusat Tahfidz Al-Qur’an (PTQ), Imam Muda Center (IMC), dan Digital Creative MRP. Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian sidang pertanggungjawaban kepengurusan, evaluasi program kerja, hingga proses regenerasi kepemimpinan untuk periode berikutnya.
Muktamar dibuka secara resmi oleh Ketua Takmir Masjid Raden Patah UB, M. Kholid Mawardi, PhD. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya masjid sebagai pusat pembentukan karakter dan laboratorium peradaban yang mampu melahirkan pemimpin masa depan yang berakhlak dan kompeten.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Takmir MRP UB, Ratno Bagus Edi Wibowo, PhD, mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan pengalaman berorganisasi di masjid sebagai sarana menempa kapasitas kepemimpinan dan pengabdian kepada umat.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran takmir senior juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus mahasiswa yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya selama satu tahun masa khidmat. Dedikasi para aktivis masjid dinilai menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki komitmen kuat untuk menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas pembinaan diri dan pengembangan kepemimpinan.
Menurut pengurus takmir, pilihan mahasiswa untuk aktif di lingkungan masjid merupakan langkah strategis dalam membangun integritas, ketahanan mental, dan kepedulian sosial di tengah derasnya arus globalisasi dan pragmatisme yang berkembang saat ini.
Melalui proses musyawarah yang berlangsung demokratis dan penuh semangat ukhuwah, muktamar akhirnya menetapkan empat ketua umum baru untuk memimpin masing-masing unit. Haidar Azzam Alfaris terpilih sebagai Ketua Umum Pusat Tahfidz Al-Qur’an, Ahmad Fikri Hussein sebagai Ketua Umum Digital Creative, Ahmad Fauqi Kafabillah Majid sebagai Ketua Umum Unit Mahasiswa Masjid Raden Patah, serta Nur Muhammad Taufiqul Hakim sebagai Ketua Umum Imam Muda Center.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Minggu (7/6/2026) melalui prosesi pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Sekretaris Takmir MRP UB, Misbahuddin Azzuhri, PhD. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Dr. Sugeng Santoso dan prosesi penyerahan tumpeng sebagai simbol estafet kepemimpinan kepada para ketua umum terpilih.
Turut hadir dalam penutupan kegiatan, Ustaz Nur Hidayat, S.Pd.I., yang mewakili Yayasan Universitas Brawijaya. Kehadiran pihak yayasan menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pembinaan mahasiswa berbasis masjid yang selama ini dijalankan oleh MRP UB.
Dengan berakhirnya Muktamar Terintegrasi Takmir Mahasiswa MRP UB 2026, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan karakter, pengembangan intelektual, serta pengkaderan generasi muda yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?