Banner Iklan

Solusi Inovatif Atasi Bau Kandang Maggot Berbasis SDGs: Mahasiswa UPN "Veteran" Jawa Timur Perkenalkan Teknologi Biofilter di Desa Giripurno

Admin JSN
08 Juni 2026 | 16.02 WIB Last Updated 2026-06-08T09:02:52Z

 

Gambar 1. Proses Sosialisasi Biofilter kepada Warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Batu | JATIMSATUNEWS.COM – Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu kian berkembang sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik sekaligus sumber pakan ternak alternatif yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, satu kendala utama yang kerap dihadapi para peternak maggot adalah bau tidak sedap yang muncul dari kandang akibat proses fermentasi bahan organik dan aktivitas larva. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur melalui program Bina Desa memperkenalkan teknologi biofilter sederhana namun efektif kepada warga setempat.

Biofilter merupakan teknologi pengolahan udara berbasis media biologis yang memanfaatkan kombinasi bahan penyerap bau secara alami, seperti arang aktif, zeolit, dan serbuk sabut kelapa (cocopeat), untuk menyaring senyawa berbau seperti amonia (NH₃), hidrogen sulfida (H₂S), dan senyawa organik volatil lainnya yang dihasilkan kandang maggot. Berbeda dengan pengharum kimia atau kapur yang hanya menutup bau sementara, biofilter bekerja dengan cara mengadsorpsi dan mendegradasi senyawa penyebab bau secara berkelanjutan. Salah satu mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, Andriyan Ahmad Yudistira, menjelaskan bahwa prinsip kerja alat ini cukup sederhana, yakni udara dari dalam kandang dialirkan melalui lapisan media biofilter sehingga senyawa berbau tersaring sebelum dilepas ke lingkungan sekitar.

Dalam sosialisasi yang digelar di TPS (Tempat Penampungan Sementara) Dusun Kedung, Andriyan memaparkan secara detail tahapan pembuatan biofilter mulai dari pemilihan bahan media, penyusunan lapisan filter, pemasangan pada lubang ventilasi kandang, hingga cara perawatan dan penggantian media secara berkala. Seluruh bahan yang digunakan dipilih karena mudah ditemukan di sekitar Desa Giripurno dan memiliki harga terjangkau, sehingga program ini dapat diterapkan secara mandiri oleh peternak tanpa memerlukan investasi besar. Kegiatan ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Gambar 2. Alat Biofilter untuk mengurangi bau tidak sedap dari kandang maggot.
Antusiasme warga terlihat ketika mereka mengamati proses penyusunan lapisan media dan mengetahui perbedaan kualitas udara sebelum dan sesudah melewati biofilter. Dimana warga juga menyambut kegiatan ini karena memberikan solusi konkret yang selama ini belum terjawab. Penerapan biofilter diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan lingkungan sekitar kandang, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha budidaya maggot sebagai penggerak ekonomi lokal yang lebih kompetitif. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa, program Bina Desa ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kesehatan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Desa Giripurno.



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Solusi Inovatif Atasi Bau Kandang Maggot Berbasis SDGs: Mahasiswa UPN "Veteran" Jawa Timur Perkenalkan Teknologi Biofilter di Desa Giripurno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now