Banner Iklan

Kurangi Limbah, Tingkatkan Nilai Jual: Mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN Veteran Jawa Timur Rancang Kemasan Produk Biji Durian untuk UMKM Galengdowo

Admin JSN
09 Juni 2026 | 15.42 WIB Last Updated 2026-06-09T08:48:55Z
Mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN Veteran Jawa Timur merancang kemasan produk biji durian untuk UMKM Galengdowo, Jombang./dok.UPN Jatim

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM:

Kurangi Limbah, Tingkatkan Nilai Jual: Mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN Veteran Jawa Timur Rancang Kemasan Produk Biji Durian untuk UMKM Galengdowo

Wonosalam memang sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra durian terbaik di Jawa Timur. Tapi di balik melimpahnya panen durian setiap musim, ada satu masalah yang selama ini kurang tersorot, yaitu tumpukan biji durian yang terbuang sia-sia.

Melihat potensi yang terabaikan itu, mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN Veteran Jawa Timur dari Prodi Teknik Kimia dan Teknik Mesin hadir di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, dengan misi yang cukup ambisius—mengubah limbah biji durian menjadi tepung dan jajanan opak jepit siap jual lengkap dengan kemasan yang layak pasar.

Kolaborasi Teknik Kimia dan Teknik Mesin terbukti jadi kombinasi yang pas. Mahasiswa Teknik Kimia fokus pada sisi formulasi dan pengolahan bahan baku, sementara mahasiswa Teknik Mesin ikut andil pada proses mekanis produksi.

Keduanya kemudian bersama-sama memikirkan kemasan, karena bagaimanapun, produk sebagus apapun butuh tampilan yang bisa bicara sendiri di hadapan konsumen.

Desain kemasan untuk tepung biji durian dan opak jepit dirancang masing-masing dengan pendekatannya sendiri. Kemasan tepung dilengkapi informasi nilai gizi yang lengkap, mengingat produk ini berpotensi menyasar konsumen yang sadar kesehatan.

Sementara kemasan opak jepit didesain agar terlihat menarik sebagai produk camilan. Keduanya tetap mencerminkan identitas lokal Wonosalam sebagai daerah penghasil durian.

Opak jepit durian khas Galengdowo Jombang dari inovasi mahasiswa UPN Veteran Jatim./dok. UPN Jatim

Proses desain kemasannya pun tidak asal jadi. Dimulai sejak awal penerjunan hingga akhirnya dirampungkan pada 7 Mei 2026, tim melewati beberapa kali revisi berdasarkan masukan dari warga Galengdowo dan calon konsumen.

Warna, tipografi, ilustrasi, hingga tata letak informasi produk semuanya dipikirkan matang-matang agar hasilnya terlihat profesional—jauh dari kesan sekadar 'produk rumahan'.

Kepala Desa Galengdowo menyambut antusias hasil kerja mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur ini. Baginya, kehadiran mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN Veteran Jawa Timur membawa perubahan nyata, bukan sekadar program seremonial.

Ke depan, tim berharap kedua produk ini bisa segera memiliki nama yang kuat dan mendapatkan sertifikasi dari Dinas Kesehatan setempat agar jangkauan pemasarannya semakin luas. Kalau sudah sampai tahap itu, bukan tidak mungkin tepung dan opak jepit biji durian dari Desa Galengdowo bisa jadi oleh-oleh khas Wonosalam yang punya tempat tersendiri di hati para penikmat durian.

Author:
1. Mufadhil Rahardi Siraj
2. Aliya Fitri Isnaini
3. Daniel Fajriz Junaidhi
4. Widia Mulya Hartanti
5. Andrian Anthonius Habinsaran
6. Caecilia Pujiastuti

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kurangi Limbah, Tingkatkan Nilai Jual: Mahasiswa KKN Bina Desa Berdampak UPN Veteran Jawa Timur Rancang Kemasan Produk Biji Durian untuk UMKM Galengdowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now