![]() |
| Distya, jebolan Kine Club UMM menembus industri hiburan Korea Selatan./dok.UMM |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Distya Putri Handayani menjadi salah satu anak muda Indonesia yang Demam Hallyu atau menyukai budaya pop Korea Selatan.
Kesukaan ini tidak lepas dari ekspansi budaya pop Korea Selatan yang terus menggurita dan digandrungi oleh anak muda Indonesia. Menariknya, Distya Putri Handayani memilih jalan yang jauh lebih menantang.
Alih-alih sekadar menjadi penggemar penikmat karya, alumnus Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini sukses menembus ketatnya persaingan dan berkarier langsung di industri kreatif Korea Selatan.
Kini, ia tidak hanya bekerja di perusahaan hiburan di sana, tetapi juga terlibat penuh dalam memproduksi berbagai program televisi yang menggandeng jajaran idol K-Pop ternama.
Distya sapaan akrabnya menjelaskan bahwa peluang emas tersebut bermula ketika ia memutuskan terbang ke Korea Selatan untuk mendalami bahasa di Yonsei University pasca lulus dari UMM.
Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia menerima tawaran kerja paruh waktu di sebuah perusahaan kreatif. Berkat dedikasi dan kinerjanya yang tajam, ia diberi kepercayaan untuk menginisiasi dan mengeksekusi program memasak hidangan khas Nusantara bersama para bintang K-Pop, yang sukses tayang hingga dua musim berturut-turut. Kini, ia menempati posisi strategis di divisi pemasaran perusahaan tersebut.
"Karena bosku suka dengan kinerjaku, akhirnya dibuatlah satu program dari ideku, yaitu masak-masak masakan Indonesia bersama idol-idol Korea," ungkap Distya dalam rilis UMM Jumat (5/6).
Perempuan asal Jakarta tersebut berhasil menembus industri hiburan internasional dengan tidak instan. Distya menceritakan bahwa minat dan fondasi kompetensinya di dunia kreatif murni dipupuk semenjak ia menjadi mahasiswa baru di Kampus Putih.
Kala itu, ia memutuskan bergabung dengan Kine Club UMM. Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) inilah ia ditempa memegang peran vital, mulai dari asisten manajer yang mengurus manajerial jadwal hingga menjadi produser untuk berbagai produksi karya audiovisual. Selain itu ia juga aktif menjadi partimer di Humas UMM yang bertanggung jawab dalam bagian fotografi dan videografi.
"Aku ikut UKM Kine Club sejak jadi mahasiswa baru. Di sana awal mula aku belajar tentang dunia kreatif. Selain itu aku juga menjadi salah satu bagian tim ciptavisual di humas UMM. Ilmu yang aku dapat salam di UKM Kine dan partimer humas UMM juga terpakai banget," jelasnya.
Sebelum menjejakkan kaki di Negeri Ginseng, Distya telah mematangkan pengalamannya di industri hiburan Tanah Air.
Ia sempat bekerja di agensi artis di Jakarta dengan menangani hingga 16 selebritas, menjadi personal assistant manager figur publik, hingga bergabung memproduksi film pendek bersama rumah produksi Frame Ritz pada 2020.
Meski memiliki portofolio mentereng, langkah awalnya di Korea sempat dihantam krisis finansial yang memaksanya membuka bisnis jasa titip (jastip) lintas negara demi menyambung hidup.
"Waktu awal di Korea aku sempat bingung karena habis tertimpa musibah dan rugi besar secara finansial. Sempat mau nyerah karena biaya hidup di sana mahal," bebernya dalam mengilas balik awal perjuangannya.
Bertahan dan bekerja di episentrum industri K-Pop pada akhirnya memberikan wawasan baru bagi Distya, terutama terkait dinamika komunikasi profesional di lapangan. Ia menyoroti tingginya standar kerja serta ketatnya batasan privasi bagi para idol Korea yang harus dihormati oleh seluruh kru produksi.
"Kita nggak bisa sembarangan berinteraksi walaupun sebagai kru. Jadi harus benar-benar menjaga sopan santun dan attitude," imbuhnya dalam menekankan pentingnya etika kerja.
Merangkum perjalanan panjangnya yang sarat akan dinamika, Distya menitipkan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa UMM agar tidak takut menggantungkan cita-cita di panggung global. Baginya, konsistensi dan keberanian untuk terus berproses adalah kunci utama mendobrak segala keterbatasan.
"Tidak ada yang nggak mungkin selama kita tekuni apa yang kita mau. Capek boleh, tapi nyerah jangan," tegasnya. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?