Foto: Pemaparan Dekan FITK UIN Malang
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar kegiatan Review Kurikulum dengan fokus pada Tata Kelola Pelaksanaan Ujian. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) di lingkungan FITK.
Dalam sambutannya, Dekan FITK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammah Walid, MA. menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi proses penilaian perkuliahan dan tata kelola pelaksanaan ujian di lingkungan FITK. Menurutnya, pelayanan akademik yang baik harus mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, bukan sekadar menjadi instrumen yang mempersulit mahasiswa dalam menyelesaikan studinya.
Lebih lanjut, Prof. Walid menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, termasuk isu kompetensi lulusan yang perlu mendapat perhatian serius. Ia menekankan pentingnya setiap program studi untuk terus melakukan evaluasi terhadap kompetensi lulusan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Selain kompetensi akademik, penguatan soft skills mahasiswa juga menjadi perhatian utama yang perlu diintegrasikan melalui proses pembelajaran maupun hidden curriculum. Dalam aspek pelaksanaan ujian, disepakati perlunya standar umum yang sama bagi seluruh program studi. Salah satu poin penting yang ditegaskan adalah pelaksanaan sidang ujian skripsi harus dihadiri seluruh penguji dalam satu ruang ujian yang sama, sehingga kualitas proses penilaian dapat terjaga dengan baik.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Muh. Yunus, M.Si. menyampaikan informasi terkait pelaksanaan Yudisium yang dijadwalkan pada 17 Juni 2026. Ia juga mengungkapkan bahwa akan dilakukan penyesuaian terhadap pedoman akademik sebagai penyempurnaan dari aturan yang berlaku pada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Bagian FITK, Ari Prasetyo Hirmawan, S.E., M.M. mendorong percepatan transformasi digital dalam layanan akademik. Menurutnya, seluruh dokumen akademik idealnya telah menerapkan sistem paperless agar lebih efektif, efisien, dan memudahkan akses bagi Mahasiswa melalui platform digital dan website Fakultas.
Isu digitalisasi layanan akademik juga disampaikan oleh Kepala Program Studi PAI yang menyoroti perlunya sistem digital untuk proses perwalian atau kepenasehatan akademik. Usulan tersebut mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan akademik berbasis teknologi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?