| Pemaparan Strategi Pemasaran Produk Briket dari Limbah Kulit Durian pada Kegiatan Sosialisasi oleh Tim Bina Desa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur 2026 |
Wonosalam, JATIMSATUNEWS.COM — Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, tim Bina Desa Berdampak UPN Veteran Jawa Timur memperkenalkan strategi pemasaran briket berbahan limbah kulit durian kepada pelaku UMKM dan kader Desa Galengdowo.
Kegiatan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Galengdowo ini berfokus pada strategi optimalisasi nilai ekonomi produk hasil olahan limbah.
Pemanfaatan limbah kulit durian menjadi briket sejalan dengan semangat SDGs 12, yaitu mengubah limbah lingkungan menjadi produk bernilai jual. Di sisi lain, pengenalan strategi pemasaran yang terstruktur merupakan wujud nyata dukungan terhadap SDGs 8 untuk membuka peluang usaha baru dan menciptakan pendapatan yang berkelanjutan bagi warga Desa Galengdowo.
Empat Pilar Strategi Pemasaran Briket
Pemaparan Strategi Pemasaran Produk Briket dari Limbah Kulit Durian pada Kegiatan Sosialisasi oleh Tim Bina Desa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur 2026
Dalam sesi sosialisasi, tim mahasiswa memaparkan strategi pemasaran briket kulit durian melalui empat pendekatan utama:
- Strategi Produk: Menekankan pentingnya menjaga kualitas melalui pengujian produk, pembuatan kemasan yang profesional, serta pembuatan logo dan merek dagang sendiri agar memiliki daya saing di pasar.
- Strategi Harga: Merekomendasikan penetapan harga awal yang kompetitif untuk menarik minat konsumen, penyediaan variasi ukuran kemasan, serta penerapan program promosi seperti bundling produk.
- Strategi Lokasi: Memanfaatkan keunggulan Desa Galengdowo yang dekat dengan sumber bahan baku durian, minim kompetitor produk sejenis, serta biaya operasional produksi yang relatif lebih murah.
- Strategi Promosi: Mendemonstrasikan pemanfaatan platform digital (TikTok, Instagram, Shopee, dan Facebook) untuk memperluas jangkauan pasar briket kulit durian hingga ke luar wilayah Wonosalam.
Antusiasme dan Respons Positif Warga
Inovasi pemanfaatan limbah ini mendapat sambutan hangat dari peserta. Salah satu pelaku UMKM asal Dusun Plumpung, Desa Galengdowo, mengungkapkan rasa kagumnya setelah melihat langsung demonstrasi produk briket tersebut.
"Produk briket dari kulit durian ini betul-betul inovatif. Awalnya saya sempat mengira bakal ada aroma menyengat khas durian saat dibakar, tapi ternyata sama sekali tidak ada baunya. Asapnya bersih dan nyala apinya bagus. Menurut saya, produk ini sudah sangat layak dan bagus untuk langsung digunakan sehari-hari maupun diperjualbelikan secara luas," ujarnya optimis.
Harapan dan Dampak Program
Tim Bina Desa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur bersama Warga Desa Galengdowo Menunjukkan Produk Briket Kulit Durian dalam Kemasan yang Siap Dipasarkan.
Melalui pembekalan ini, tim Bina Desa Berdampak UPN Veteran Jawa Timur berharap para pelaku UMKM dan kader desa tidak hanya mampu memproduksi briket, tetapi juga mahir memasarkannya secara mandiri. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan dapat bertransformasi menjadi komoditas unggulan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Tim Bina Desa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur bersama Warga Desa Galengdowo Menunjukkan Produk Briket Kulit Durian dalam Kemasan yang Siap Dipasarkan.
Author:
- Mufadhil Rahardi Siraj
- Aliya Fitri Isnaini
- Daniel Fajriz Junaidhi
- Widia Mulya Hartanti
- Andrian Anthonius Habinsaran
- Caecilia Pujiastuti


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?