![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama menerima kunjungan Bakornas Lapenmi PB HMI untuk membahas kolaborasi strategis meningkatkan mutu pendidikan daerah tertinggal./dok.istimewa |
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI, Lia Istifhama menerima kunjungan dari Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Bakornas Lapenmi PB HMI) di Jakarta, Senin (29/6).
Audiensi Bakornas Lapenmi PB HMI dengan Senator Lia Istifhama untuk membahas penguatan kolaborasi strategis dalam mengawal berbagai isu pendidikan nasional, khususnya peningkatan mutu pendidikan di daerah tertinggal.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan pendidikan, mulai dari pemerataan akses, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan program pelatihan yang dapat menjawab tantangan pendidikan di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
Pada forum tersebut, Senator Lia menekankan pentingnya membangun jejaring lintas sektor sebagai modal utama memperjuangkan kepentingan masyarakat. Menurutnya, politik harus dipahami sebagai ruang pengabdian yang melahirkan seorang negarawan (statesman), bukan sekadar arena perebutan kekuasaan.
"Politik harus menjadi jalan pengabdian. Kita harus mampu merangkul banyak pihak untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat. Saya berharap teman-teman HMI tidak berhenti membangun komunikasi dengan saya saja, tetapi juga memperluas jaringan dengan anggota DPR, DPD, maupun pemangku kepentingan lainnya," ungkap Lia.
Senator yang akrab disapa Ning Lia ini mengakui bahwa kader HMI memiliki kontribusi besar di parlemen. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan strategi, kemampuan membaca perubahan zaman, serta penguatan kapasitas kader agar tetap mampu berkontribusi dalam pengambilan kebijakan publik.
Ia juga menegaskan bahwa membangun hubungan baik dengan berbagai pihak merupakan bagian penting dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk membantu akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Saya percaya tidak ada kekuasaan yang benar-benar mutlak. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun kepercayaan dan hubungan baik sehingga aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan bersama," imbuh senator asal Jawa Timur tersebut.
Pihak Bakornas Lapenmi PB HMI turut menyampaikan hasil kajian lapangan mengenai persoalan pendidikan di berbagai daerah pelosok Indonesia.
Perwakilan Bakornas Lapenmi PB HMI, Andi, menjelaskan bahwa masih terdapat ketimpangan akses pendidikan yang cukup serius. Banyak pelajar memiliki semangat melanjutkan pendidikan, namun terkendala keterbatasan akses maupun persoalan distribusi bantuan pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
"Hasil riset kecil yang kami lakukan menunjukkan masih banyak pelajar di daerah terpencil yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi terbentur akses. Selain itu, kami juga menemukan adanya ketimpangan dalam penyaluran beasiswa, di mana ada pihak yang seharusnya tidak berhak justru memperoleh bantuan karena memiliki jejaring tertentu," beber Andi.
Menurut Andi, Bakornas Lapenmi PB HMI telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, di antaranya penyusunan manifesto pendidikan serta program Sekolah Anggaran yang akan mengkaji formulasi dan efektivitas alokasi anggaran pendidikan.
Melalui audiensi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat komunikasi jangka panjang sebagai bentuk sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan lembaga negara dalam mengawal kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai rekomendasi kebijakan yang mampu memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," tegas Andi yang diamini Senator Lia. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?