Banner Iklan

Beri 2 Hadiah Sepeda Gunung, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sebut Indonesia Masih Kekurangan 1, 2 Juta Kantong Darah pada Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Atrium Sunrise Mall

Anis Hidayatie
14 Juni 2026 | 15.13 WIB Last Updated 2026-06-14T08:13:33Z


Wali Kota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari dengan pengurus PDDI, (Perhimpunan Donor Darah) Mojokerto dan Pasuruan.

MOJOKERTO | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto di Atrium Sunrise Mall, Minggu (14/6/2026) berlangsung hujan door prize, memperkuat semangat kemanusiaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara sukarela dan berkelanjutan.

Mengusung tema "Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Berikan Darah, Selamatkan Kehidupan" tersebut, Wali Kota Mojokerto sekaligus Ketua PMI Kota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, SE, mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan darah nasional.

Dalam sambutan, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal suatu negara mencapai sekitar dua persen dari jumlah penduduknya. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 280 juta jiwa, kebutuhan darah nasional ideal mencapai sekitar 5,6 juta kantong darah per tahun.

"Pada tahun 2025, ketersediaan darah secara nasional tercatat sekitar 4,4 juta kantong darah. Artinya Indonesia masih mengalami kekurangan sekitar 1,2 juta kantong darah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan darah nasional masih menjadi tantangan yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak," ujar Ning Ita.

Ia menegaskan, partisipasi aktif masyarakat dalam donor darah sukarela dan rutin merupakan kunci utama untuk memenuhi kebutuhan darah yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, PMI Kota Mojokerto juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat organisasi profesi kesehatan dan satu organisasi pendidikan. Penandatanganan kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi dalam mendukung gerakan donor darah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah.

Ning Ita menjelaskan bahwa semangat kemanusiaan di Indonesia selama ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk aksi donor darah yang dilakukan PMI, rumah sakit, instansi pemerintah, organisasi profesi, komunitas, hingga masyarakat umum.

"Kolaborasi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan darah yang aman dan berkualitas serta menyelamatkan lebih banyak nyawa. Kami ingin mendorong pertumbuhan donor darah sukarela secara teratur, meningkatkan kesadaran tentang dampak penyelamatan jiwa dari donor darah, serta memberikan apresiasi kepada para pendonor yang telah berkontribusi besar bagi kemanusiaan," katanya.


Ia juga mengajak masyarakat Kota Mojokerto dan sekitarnya untuk aktif mendonorkan darah secara rutin. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat proses transfusi darah jauh lebih aman dibandingkan sebelumnya. Namun, ketersediaan darah tetap sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela.

"Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjadi pendonor darah. Siapa pun yang terpanggil untuk membantu sesama dapat datang langsung ke PMI Kota Mojokerto dan mendonorkan darahnya secara sukarela," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mojokerto, dr. Ahmad Reza, menyampaikan apresiasi kepada para pendonor sukarela yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi kemanusiaan.

"Ketersediaan darah yang aman, cukup, dan berkualitas harus terus dijaga. Terima kasih kepada para pendonor sukarela yang telah berpuluh-puluh kali mendonorkan darahnya demi menyelamatkan sesama. Nilai kemanusiaan harus terus menjadi semangat utama dalam gerakan donor darah," katanya.

Furqon, mendapatkan penghargaan 118 kali donor darah 


Pada kesempatan tersebut, PMI Kota Mojokerto juga memberikan penghargaan kepada para pendonor darah dengan frekuensi donor tertinggi. Di antaranya Furqon pendonor dengan 118 kali donor, Sodikin dari unsur TNI dengan 100 kali donor, Agung Darmawan 85 kali donor, Waras 80 kali donor, Anjar Ismo 78 kali donor, Heri Susilo 78 kali donor, dan Andi Yuwono 75 kali donor.

Penghargaan juga diberikan kepada berbagai mitra yang mendukung kegiatan donor darah, termasuk rumah sakit, dunia usaha, serta PMI Jawa Timur. Dukungan turut datang dari sejumlah sponsor seperti Taman Safari Prigen Jawa Timur, Grand Hotel Trawas, Marriott Surabaya, PT Kasmuji Inti Utama, dan Sunrise Hotel Mojokerto.


Sebagai penutup rangkaian acara, PMI Kota Mojokerto membagikan berbagai doorprize kepada peserta donor darah, termasuk dua unit sepeda gunung sebagai hadiah utama, diberikan atas nama Walikota untuk warna hitam dan ketua PMI untuk warna merah.

Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 ini, PMI Kota Mojokerto berharap semangat solidaritas, kepedulian sosial, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab setiap tetes darah yang didonorkan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan medis, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan cinta kasih kepada sesama. Ans



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Beri 2 Hadiah Sepeda Gunung, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sebut Indonesia Masih Kekurangan 1, 2 Juta Kantong Darah pada Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Atrium Sunrise Mall

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now