Banner Iklan

Tantangan dan Harapan Sistem Komunikasi Indonesia di Era Globalisasi “Ancaman Hoaks dan Rendahnya Literasi Media”

Admin JSN
04 Mei 2026 | 21.49 WIB Last Updated 2026-05-04T14:49:49Z
Hoaks makin mudah menyebar di era digital. Tingkatkan literasi media agar tidak mudah terpengaruh dan lebih bijak dalam berbagi informasi. Sumber Foto : https://www.liputan6.com/



ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Di era globalisasi, perkembangan teknologi komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Informasi dapat diakses dengan cepat melalui berbagai platform digital seperti media sosial, situs berita, dan aplikasi pesan instan. Kemudahan ini menjadikan sistem komunikasi Indonesia semakin terbuka dan dinamis. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, salah satunya adalah maraknya penyebaran hoaks dan rendahnya literasi media di kalangan masyarakat.
Hoaks atau berita palsu menjadi ancaman nyata dalam sistem komunikasi modern. Informasi yang tidak benar sering kali disebarkan secara masif tanpa proses verifikasi yang jelas. Bahkan, dalam banyak kasus, hoaks dikemas dengan judul yang menarik dan provokatif sehingga mudah dipercaya oleh masyarakat. Hal ini diperparah oleh kebiasaan sebagian pengguna media yang cenderung langsung membagikan informasi tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Akibatnya, hoaks dapat menimbulkan keresahan, konflik sosial, hingga perpecahan di tengah masyarakat.

Rendahnya literasi media menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat penyebaran hoaks. Literasi media tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Banyak masyarakat yang belum memiliki keterampilan ini, sehingga mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Kurangnya edukasi mengenai penggunaan media digital yang bijak juga memperburuk kondisi ini.

Selain itu, algoritma media sosial yang cenderung menampilkan konten sesuai dengan preferensi pengguna turut memperkuat penyebaran informasi yang tidak akurat. Pengguna sering kali terjebak dalam “echo chamber”, yaitu kondisi di mana mereka hanya menerima informasi yang sejalan dengan pandangan mereka sendiri. Hal ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan antara fakta dan opini, serta mempersempit sudut pandang dalam memahami suatu isu.

Meskipun demikian, di tengah tantangan tersebut, terdapat harapan untuk memperbaiki sistem komunikasi Indonesia. Salah satunya adalah melalui peningkatan literasi media di semua lapisan masyarakat. Pendidikan mengenai literasi digital perlu ditanamkan sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Dengan kemampuan berpikir kritis, masyarakat akan lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Peran pemerintah, lembaga pendidikan, serta platform media juga sangat penting dalam mengatasi permasalahan ini. Pemerintah dapat membuat kebijakan dan regulasi yang tegas terhadap penyebaran hoaks, sementara lembaga pendidikan dapat mengintegrasikan literasi media dalam kurikulum pembelajaran. Di sisi lain, platform digital diharapkan mampu meningkatkan sistem moderasi konten untuk meminimalisir penyebaran informasi palsu.

Selain itu, masyarakat juga perlu membangun kesadaran kolektif untuk menjadi pengguna media yang bertanggung jawab. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa sumber informasi, membaca secara menyeluruh, dan tidak mudah terprovokasi dapat menjadi langkah awal dalam melawan hoaks. Dengan demikian, sistem komunikasi Indonesia dapat berkembang ke arah yang lebih sehat dan berkualitas.

Sebagaimana yang di sampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah sistem komunikasi Indonesia bapak Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., bahwa komunikasi di Indonesia belum baik baik saja. Selaku ancaman hoaks dan rendahnya literasi media merupakan tantangan besar dalam sistem komunikasi Indonesia di era globalisasi. Namun, menurut opini penulis Rahma Adhira Ardiana dengan upaya bersama dari berbagai pihak serta peningkatan kesadaran masyarakat, tantangan tersebut dapat diatasi. Harapannya, sistem komunikasi Indonesia mampu menjadi lebih kuat, cerdas, dan mampu menghadapi arus globalisasi dengan bijak.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tantangan dan Harapan Sistem Komunikasi Indonesia di Era Globalisasi “Ancaman Hoaks dan Rendahnya Literasi Media”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now