Banner Iklan

Klasemen Red Bull Rookies Cup 2026: Kiandra Ramadhipa Bikin Honda Pusing?

Admin JSN
30 April 2026 | 22.19 WIB Last Updated 2026-04-30T15:19:54Z
Muhammad Kiandra Ramadhipa langsung di zona promosi Moto3 pada klasemen Red Bull Rookies Cup 2026./Instagram @mk.ramadhipa212

JEREZ | JATIMSATUNEWS.COM - Klasemen Red Bull Rookies Cup 2026 usai seri pembuka di Jerez, Spanyol memastikan Muhammad Kiandra Ramadhipa berada di tiga besar.

Posisi tepatnya adalah kedua dengan 34 poin dalam dua balapan yang telah dijalani Ramadhipa.

Ini membuat Kiandra Ramadhipa berpotensi menyebabkan Honda Team Asia pusing. Mengapa?

Pertama, jika Kiandra Ramadhipa finis di tiga besar pada klasemen akhir Red Bull Rookies Cup 2026 maka ia akan mendapat tiket promosi ke Moto3 grand prix 2027.

Ini akan seperti Veda Ega Pratama yang promosi ke Moto3 2026 usai finis kedua di klasemen akhir RBRC 2025.

Kedua, Honda Team Asia saat ini diisi dua pembalap sesama debutan yakni Veda Pratama dan Zen Mitani.

Artinya, kedua pembalap ini kecil peluangnya untuk langsung naik ke kelas Moto2 2027 terlepas dari hasil musim ini.

Sekalipun Veda Pratama sedang berada dalam performa yang menonjol di tim HTA, ia berpotensi masih akan bertahan di Moto3 pada 2027. Hanya faktor juara dunia yang bisa membuat Veda langsung naik kelas ke Moto2 seperti yang pernah dialami Pedro Acosta.

Sedangkan, pembalap lain yang tidak langsung menjadi juara dunia saat debut di Moto3 cenderung akan bertahan pada musim berikutnya.

Bagaimana dengan Zen Mitani?

Hingga seri keempat di Jerez, pembalap 18 tahun asal Jepang ini belum mencetak poin. Ia menjadi debutan yang masih tanpa poin selain Leo Rammerstorfer.

Artinya, menaikkan Mitani ke Moto2 bukan opsi yang tepat pada tim HTA demi menyediakan satu tempat baru kepada Ramadhipa.

Sebagai informasi, Ramadhipa juga seperti Veda, yakni pembalap Indonesia binaan Honda tepatnya Astra Honda Racing Team. Sehingga, HTA menjadi tim balap yang berpotensi lebih dulu berusaha mengamankan talenta Ramadhipa di Moto3.

Ketiga, Honda Team Asia adalah tim balap Jepang yang dalam beberapa musim terakhir memprioritaskan salah satu motornya dikendarai pembalap muda Jepang.

Jika Zen Mitani tidak kunjung meraih poin atau tampil kurang mengesankan hingga akhir musim 2026, maka alasan HTA mempertahankan Mitani demi faktor 'local pride' berpotensi menjadi bumerang. Apalagi jika Ramadhipa berhasil finis 3 besar dan direkrut tim balap lain di Moto3 lalu tampil lebih baik daripada Mitani pada musim 2027.

Ada beberapa pembalap Asia yang pernah debut di Moto3 di luar HTA, di antaranya Tatsuki Suzuki, Ayumu Sasaki, dan Ryusei Yamanaka.

Tatsuki Suzuki (saat ini, 28 tahun) debut reguler 2015 dengan tim CIP yang menggunakan motor India, Mahindra.

Ayumu Sasaki (25 tahun) debut reguler di Moto3 2017 dengan SIC Racing Team yang menggunakan motor Honda.

Lalu, Ryusei Yamanaka (24 tahun) debut reguler di Moto3 2020 dengan tim Estrella Galicia 0,0 yang menggunakan motor NSF250RW Honda.

Sebetulnya, ada Hakim Danish yang debut reguler Moto3 2026 bersama Aeon Credit MT Helmets MSi yang menggunakan motor RC250GP KTM, namun ia sudah tidak terikat dengan Honda sejak menggunakan motor KTM di JuniorGP pada 2024 dan 2025. Sehingga, masuk akal jika ia promosi ke Moto3 juga dengan tim yang menggunakan motor KTM.

Artinya, ada contoh beberapa pembalap Asia yang ditempa Honda yang debut Moto3 tidak bersama HTA. Namun, kecenderungannya mereka juga tidak pernah lagi membela HTA selama berkarier di Moto3, dan bahkan ketika promosi ke Moto2 seperti yang dialami Ayumu Sasaki.

Sasaki saat ini bertarung di Moto2 bersama tim balap Alex Marquez, Momoven Idrofoglia RW Racing Team usai debut 2024 bersama Yamaha VR46 Master Camp Team.

Padahal, HTA juga mempunyai tim balap di Moto2, namun mereka cenderung mempromosikan pembalap yang membela HTA di Moto3 seperti Mario Suryo Aji dan Taiyo Furusato yang mengisi skuat musim ini.

Artinya, jika Ramadhipa digaet tim balap selain HTA dan sekalipun masih menggunakan motor Honda seperti Leopard Racing, Rivacold Snipers Team, Gryd–MLav Racing, dan Sic58 Squadra Corse, bisa saja Ramadhipa akan sulit kembali ke pangkuan HTA.

Sedangkan, pada sisi lain mempunyai dua pembalap kompetitif dalam satu tim akan menjadi keuntungan HTA dan bahkan momen ini sudah jarang dialami.

Terakhir kali HTA mempunyai dua pembalap kompetitif dalam musim yang sama terjadi pada 2023 dan 2024 di kelas Moto2 dengan Ai Ogura dan Somkiat Chantra.

Keempat, HTA Moto2 berpotensi tetap mempertahankan duet Mario Aji dan Taiyo Furusato.

Menyambung poin-poin sebelumnya termasuk tentang Veda dan Mitani yang berpotensi bertahan di HTA Moto3, maka hal sama juga terjadi di Moto2.

Sebab, hingga seri keempat, Mario Aji masih menjadi pendulang poin terbanyak untuk HTA Moto2. Sedangkan, Furusato yang debut musim ini masih kesulitan menyamai kecepatan Aji.

Membuat potensi merombak skuat ini pada musim 2027 dan mempercepat pembalap muda di kelas Moto3 untuk segera naik kelas bukan keputusan tepat.

Kelima, Honda dalam hal ini HTA berpotensi berada di antara dua pilihan yakni melepas Ramadhipa atau melepas Veda Pratama.

Pilihan berat ini bisa terjadi jika HTA memilih mempertahankan Mitani, alih-alih melepasnya untuk memasangkan Veda dengan Ramadhipa.

Poin terakhir ini juga menyambung dengan rumor yang beredar di media sosial baru-baru ini, bahwa Veda diminati tim Aspar Moto3 yang kini diperkuat Maximo Quiles dan Marco Morelli.

Tim balap ini menggunakan motor KTM dan berpotensi kehilangan satu pembalapnya jika Maximo Quiles naik ke kelas Moto2 pada 2027.

Murid Marc Marquez tersebut memang menjadi favorit untuk naik kelas karena saat ini sedang memuncaki klasemen Moto3 dengan dua kemenangan dan dua kali finis kedua dalam empat seri.

Apabila skenario Quiles naik kelas itu terwujud maka tidak heran jika Aspar mengincar pembalap cepat lainnya yakni Veda Pratama.

Veda Pratama diincar Aspar Moto3 untuk menggantikan murid Marc Marquez./Instagram @veda_54

Saat ini, Veda masih menjadi pembalap debutan terbaik dengan menempati urutan keenam di klasemen Moto3.

Veda mengoleksi 37 poin dan unggul atas sesama debutan yang juara RBRC 2025, Brian Uriarte yang mengoleksi 28 poin di atas motor KTM.

Dengan demikian, Hiroshi Aoyama yang merupakan kepala tim Honda Team Asia akan pusing memikirkan bagaimana skenario skuat HTA Moto3 musim 2027 mendatang jika Ramadhipa sukses finis 3 besar di RBRC tahun ini.

Adapun 10 besar klasemen Red Bull Rookies Cup 2026 usai seri perdana di Jerez (26/4) seperti berikut ini.

1. Benat Fernandez Spanyol 41 poin (direvisi RBRC karena Marulanda terkena penalti turun 1 posisi)
2. Kiandra Ramadhipa Indonesia 34 poin
3. Fernando Bujosa Spanyol 31 poin
4. Kiattisak Singhapong Thailand 25 poin
5. Yaroslav Karpushin Kirgistan 20 poin
6. Kristian Daniel Jr AS 16 poin
7. David Gonzalez Spanyol 13 poin
8. Mateo Marulanda Kolombia 13 poin
9. Kerman Tinez Venezuela 12 poin
10. Fynn Kratochwil Jerman 12 poin.

Jadwal selanjutnya, seri kedua RBRC 2026 akan berlangsung pada 9-10 Mei di Le Mans, Prancis. Seri ini juga seperti di Jerez yakni mengikuti jadwal balap MotoGP.

Artinya, tiga pembalap Indonesia akan kembali berlaga pada akhir pekan yang sama, yakni Ramadhipa di Red Bull Rookies Cup, Veda Pratama di Moto3, dan Mario Aji di Moto2. ***

Penulis: YAN

Baca juga: Rekap Hasil Balap Jerez 2026


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Klasemen Red Bull Rookies Cup 2026: Kiandra Ramadhipa Bikin Honda Pusing?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now