![]() |
| Harga terbaru BBM di Indonesia dari Pertamina Patra Niaga, BBM subsidi tak naik tapi Pertamina Dex melambung tinggi imbas konflik geopolitik AS-Iran./Instagram @pertaminapatraniaga |
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM - Harga bahan bakar minyak (BBM) terbaru hingga Senin, 4 Mei 2026. Pertalite dan Pertamax tidak mengalami kenaikan. Namun, Pertamina Dex melonjak paling tinggi.
Di tengah konflik geopolitik antara Amerika Serikat dengan Iran yang tak kunjung mereda, harga BBM di Indonesia turut terdampak. Kenaikan harga pada beberapa jenis BBM tidak terhindarkan.
Terbaru, Pertamina Dex menjadi salah satu dari tiga jenis BBM yang mengalami kenaikan harga. Bahkan, kenaikannya paling tinggi.
Sebelum mengalami kenaikan, harga Pertamina Dex memang paling tinggi yakni di kisaran Rp 14.500 sebelum konflik AS dengan Iran meletus.
Tetapi, setelah konflik tersebut, harga Pertamina Dex melambung tinggi menjadi Rp 23.900.
Kini, harganya kembali naik menjadi Rp 27.900 alias naik 4.000 rupiah hanya dalam satu bulan.
Kenaikan Pertamina Dex lebih signifikan dibanding Dexlite yang mengalami kenaikan Rp 2.400 dan Pertamax Turbo Rp 500.
Berikut ini daftar perubahan harga BBM dalam tiga fase (17 Maret 2026, 18 April 2026, dan 4 Mei 2026).
![]() |
| Kenaikan harga BBM nonsubsidi dari Pertamina Patra Niaga./Instagram @pertaminapatraniaga |
Biosolar: Rp 6.800/liter (tidak berubah)
Pertalite: Rp 10.000/liter (tidak berubah)
Pertamax: Rp 12.300/liter (tidak berubah)
Pertamax Green: Rp 12.900/liter (tidak berubah)
Pertamax Turbo: Rp 13.100 => Rp 19.400 => Rp 19.900/liter
Dexlite: Rp 14.200 => Rp 23.600 => Rp 26.000/liter
Pertamina Dex: Rp 14.500 => Rp 23.900 => Rp 27.900/liter.
Perubahan ini berpotensi memengaruhi pola konsumsi BBM bagi masyarakat. Namun, bagi masyarakat yang penggunaan hariannya adalah Pertalite dan Pertamax–hingga Green, mereka masih bisa tenang karena harganya tidak mengalami perubahan.
Perilisan harga resmi dari Pertamina Patra Niaga juga untuk mencegah adanya praktik curang oknum tak bertanggung jawab dalam menaikkan harga eceran di daerah secara signifikan terhadap BBM subsidi.
Belum dapat dipastikan kapan harga BBM nonsubsidi dapat turun, karena bergantung pada situasi global. Masyarakat konsumen BBM subsidi juga berharap kenaikan harga tidak terjadi pada BBM subsidi seperti yang dialami jenis BBM lainnya. ***
Penulis: YAN
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Dukung Komitmen Polda Jatim Tegakkan Hukum Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?