![]() |
| Basarnas Jawa Timur menggelar Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Jawa Timur 1 di Pusat Pelatihan SETC Sampoerna, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.Foto:DM. |
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM
Pasuruan – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jawa Timur menggelar kegiatan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Jawa Timur 1 yang berlangsung di Pusat Pelatihan SETC Sampoerna, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mulai Jumat (22/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang penting dalam memperkuat sinergi antar unsur potensi SAR, relawan kebencanaan, komunitas rescue, hingga instansi terkait di Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dipenuhi semangat kebersamaan dan antusiasme tinggi dari para peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Forum ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas, koordinasi, serta kesiapsiagaan para relawan dan potensi SAR dalam menghadapi berbagai kondisi darurat dan kebencanaan di lapangan.
Hari pertama kegiatan pada Jumat (22/5/2026) diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 10.00 WIB. Para peserta kemudian melaksanakan pendirian tenda sebagai bentuk simulasi kesiapsiagaan lapangan sekaligus membangun solidaritas antar peserta. Suasana kebersamaan mulai terlihat sejak awal kegiatan, di mana peserta saling membantu dalam menyiapkan area perkemahan dan perlengkapan kegiatan.
Memasuki hari kedua pada Sabtu (23/5/2026), kegiatan dimulai dengan absensi peserta sebelum dilaksanakan pembukaan resmi Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Jawa Timur 1. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi forum sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi lintas sektor pada penanganan operasi SAR dan kebencanaan di wilayah Jawa Timur.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) bersama Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Nanang Sigit, serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur, Johan. Dalam sesi diskusi tersebut dibahas pentingnya membangun kolaborasi antar unsur potensi SAR, peningkatan kemampuan relawan, hingga strategi penanganan bencana secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
Para peserta tampak aktif mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman terkait penanganan bencana maupun operasi pencarian dan pertolongan yang pernah dilakukan di berbagai wilayah. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan koordinasi antar lembaga maupun komunitas relawan ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.
Setelah istirahat siang, kegiatan kembali dilanjutkan dengan sesi FGD kedua yang menghadirkan Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Wahyu Tri Agung, bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur. Dalam sesi tersebut peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknis penanganan kedaruratan, sistem logistik kebencanaan, hingga pola koordinasi dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga dibekali pelatihan keterampilan lapangan melalui workshop Basic Life Support (BLS) oleh SAR Sampoerna Rescue. Dalam workshop ini peserta diberikan pelatihan dasar pertolongan pertama dan penyelamatan korban dalam kondisi darurat.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pelatihan pengoperasian kendaraan 4x4 serta penggunaan perangkat recovery yang dipandu langsung oleh Indonesia Offroad Federation Rescue bersama Iwan Barong. Para peserta bahkan langsung melakukan praktik lapangan guna memahami teknik penggunaan kendaraan rescue dan perangkat recovery secara aman dan efektif dalam medan sulit maupun situasi bencana
Pada malam harinya, peserta kembali mendapatkan materi mengenai manajemen kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur. Materi tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam mitigasi bencana, tanggap darurat, hingga proses pemulihan pasca bencana.
Suasana kegiatan semakin hangat dengan digelarnya malam keakraban yang menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antar peserta dari berbagai organisasi relawan dan komunitas SAR di Jawa Timur. Dalam suasana santai tersebut, peserta saling bertukar pengalaman dan memperkuat solidaritas kemanusiaan.
Sementara itu pada hari ketiga, Minggu (24/5/2026), kegiatan kembali dimulai dengan absensi peserta dan sarapan pagi bersama. Agenda dilanjutkan dengan pemaparan mengenai SAR System dan manajemen operasi SAR oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya.
Dalam sesi tersebut peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai sistem kerja operasi SAR nasional, prosedur pencarian korban, hingga mekanisme koordinasi antar unsur ketika menghadapi situasi darurat.
Peserta juga mendapatkan materi pengenalan Urban SAR yang membahas teknik pencarian dan penyelamatan di wilayah perkotaan, khususnya dalam menghadapi bencana runtuhan bangunan maupun kondisi darurat di kawasan padat penduduk. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan agar peserta memahami langsung teknik dasar Urban SAR secara nyata.
Kegiatan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Jawa Timur 1 akhirnya resmi ditutup pada Minggu sore oleh narasumber dari Basarnas Wahyu tri Agung P H Kasi Operasi SAR dan Siaga Kantor SAR Surabaya Dalam penutupan tersebut diharapkan seluruh peserta mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Usai penutupan, seluruh peserta bersama-sama melakukan pembongkaran tenda sebelum kembali ke daerah masing-masing. Mereka membawa pengalaman, ilmu pengetahuan, serta semangat kolaborasi yang semakin kuat demi mendukung tugas-tugas kemanusiaan dan penanganan kebencanaan di Jawa Timur.(DM)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?