Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Sementara itu, Hari Pendidikan Nasional 2026 mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai unsur peserta, mulai dari Korsik Pemkab Sidoarjo, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dispendukcapil, Disporapar, kepala desa, Linmas, PGRI, purna Paskibraka, hingga mahasiswa dan pelajar.
Dalam sambutannya, Subandi menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menyampaikan bahwa Hari Otonomi Daerah menjadi pengingat pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pemkab Sidoarjo, kata dia, terus mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, responsif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kerja keras pemerintah daerah bersama dukungan masyarakat telah menghasilkan capaian membanggakan. Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih penghargaan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan kategori tertinggi serta menempati peringkat kedua dari 415 kabupaten di Indonesia.
Meski demikian, Subandi menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Tantangan ke depan, menurutnya, semakin kompleks, terutama dalam tuntutan pelayanan yang cepat, transparan, dan berbasis digital. Oleh karena itu, transformasi birokrasi harus terus didorong agar lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.
Pada momentum Hari Pendidikan Nasional, ia juga menyoroti berbagai tantangan di sektor pendidikan, seperti kesenjangan kualitas, adaptasi teknologi digital, hingga penguatan karakter serta kesejahteraan tenaga pendidik.
Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk manusia yang berkarakter, beretika, dan memiliki daya saing tinggi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjutnya, terus berupaya memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kompetensi guru, memanfaatkan teknologi, serta memperluas pemerataan akses pendidikan.
Ia juga mengingatkan bahwa otonomi daerah tidak akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan tanpa didukung kualitas sumber daya manusia yang unggul. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak bersama-sama membangun Sidoarjo yang maju, berdaya saing, dan bermartabat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Bupati Sidoarjo menyerahkan penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional. Penghargaan tersebut meliputi Adiwiyata Mandiri, guru berdedikasi tingkat nasional, medali emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), medali emas Tournament of Champions di Yale University, Amerika Serikat, serta First Place Junior Category Math Action of Earth Award di Filipina tahun 2026.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?