Foto: Dokumentasi bersama
MALANG
| JATIMSATUNEWS.COM — Masalah klasik administrasi Barang Milik Negara
(BMN), seperti ketidakteraturan data dan sulitnya pelacakan aset, kini
mendapatkan solusi digital. Tim mahasiswa Magang Kependidikan dari Universitas
Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi mempresentasikan prototype Smart Inventory Management
System BMN berbasis QR Code di Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian
Agama RI pada Senin (11) kemarin.
Inovasi ini merupakan bagian dari Luaran Magang
Kependidikan Berdampak MPI 2026, sebuah skema magang baru yang diinisiasi oleh
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Malang. Dalam skema ini,
mahasiswa tidak hanya dituntut untuk belajar secara administratif, tetapi wajib
menghasilkan produk nyata (output) yang memberikan dampak langsung bagi efisiensi
kerja di instansi mitra.
“Sistem ini kami rancang untuk meminimalisasi
kesalahan data serta mendukung penatausahaan BMN yang lebih akurat. Ini adalah
bentuk kontribusi konkret kami selama menjalani Magang Kependidikan Berdampak
tahun ini,” ujar perwakilan tim mahasiswa MPI di hadapan jajaran Auditor dan
Tim Kerja Sistem Informasi Itjen Kemenag.
Nurhidayati, praktisi pengelola BMN Itjen Kemenag, menilai
prototype yang dikembangkan mahasiswa MPI sudah sangat baik, terutama pada
aspek perencanaan dan penatausahaan. Hal senada disampaikan oleh Hafidz
Lidinillah, Ketua Tim Kerja Sistem Informasi, yang melihat potensi besar sistem
ini untuk dikembangkan lebih lanjut hingga fitur peminjaman barang.
Di sisi lain, Auditor Iing Muslihin memberikan catatan strategis terkait
pemetaan proses bisnis dan struktur database agar sistem ini memiliki legalitas
dan keandalan yang kuat saat diterapkan secara luas.
Secara terpisah, Kaprodi
MPI UIN Malang, Ulfah Muhayani, Ph.D , menegaskan bahwa kehadiran inovasi Smart
Inventory ini adalah bukti bahwa kurikulum MPI telah bertransformasi menuju
era digital kependidikan.
“Magang Kependidikan MPI 2026 memang didesain untuk menghasilkan output yang
solutif. Mahasiswa diterjunkan ke instansi strategis seperti Itjen Kemenag bukan
hanya untuk melihat proses, tetapi untuk melakukan intervensi positif melalui
pengembangan sistem informasi. Ini yang kami sebut sebagai magang berdampak,”
tegas Ulfah.
Melalui Smart
Inventory Management System BMN berbasis QR Code ini, pengelolaan aset
negara diharapkan menjadi lebih modern dan terintegrasi. Praktik terbaik yang
diperoleh mahasiswa di lingkungan Inspektorat Jenderal akan menjadi referensi
utama dalam penyempurnaan sistem tersebut sebelum dipresentasikan dalam Seminar
Hasil Magang di kampus mendatang.
Sementara itu Dekanat FITK memberikan apresiasi
tinggi terhadap skema penarikan magang tahun ini. Penggunaan instrumen evaluasi
yang ketat dan kewajiban output berupa projek inovatif dinilai sejalan dengan
visi Fakultas dalam mencapai
akreditasi internasional dan penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU)
universitas.
Pihak Fakultas menilai bahwa keterlibatan
mahasiswa di instansi setingkat kementerian dan lembaga tinggi negara
membuktikan bahwa kurikulum MPI memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan dunia
kerja (DUDIKER). Selain itu, penyediaan Surat Keterangan Magang DUDIKER menjadi
nilai tambah bagi portofolio lulusan agar lebih kompetitif di pasar kerja
nasional maupun internasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?