![]() |
| Para biksu dari berbagai negara memulai perjalanan spiritual dari Klenteng Tjoe Tik Kiong Kota Pasuruan menuju Candi Borobudur dalam rangka Indonesia Walk for Peace 2026.(Foto:Dok.Kim) |
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM
PASURUAN KOTA – Suasana penuh kedamaian dan kebersamaan terasa begitu hangat di Kota Pasuruan saat puluhan biksu dari berbagai negara singgah dalam perjalanan spiritual bertajuk Indonesia Walk for Peace 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol nyata toleransi dan persaudaraan lintas agama yang tumbuh harmonis di tengah masyarakat.
Sebanyak 50 biksu yang berasal dari Indonesia, Thailand, Malaysia, hingga Laos tiba di Kota Pasuruan dalam rangka perjalanan menuju Candi Borobudur untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE. Kedatangan rombongan disambut antusias masyarakat, tokoh lintas agama, hingga komunitas Gusdurian Pasuruan di kawasan Klenteng Tjoe Tik Kiong.
Nuansa haru dan penuh penghormatan terlihat saat para biksu memasuki area klenteng. Warga menyambut mereka dengan taburan bunga mawar dan bunga sedap malam sebagai simbol persaudaraan, penghormatan, serta doa perdamaian bagi seluruh umat manusia.
Perjalanan spiritual tersebut bukan sekadar perjalanan fisik menuju Borobudur, melainkan membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga toleransi, merawat keberagaman, dan memperkuat nilai kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.T.P., M.Si (yang akrab disapa Mas Adi), yang turut hadir dalam penyambutan menyampaikan bahwa Kota Pasuruan selama ini dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Menurutnya, keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama.
“Perjalanan para biksu ini membawa pesan damai untuk seluruh masyarakat. Kita belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi jembatan untuk saling menghormati dan hidup berdampingan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang ikut terlibat dalam penyambutan rombongan biksu tersebut. Kehadiran komunitas lintas agama dinilai menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih terawat dengan baik di Kota Pasuruan.
Sementara itu, sejumlah warga yang hadir mengaku terharu bisa menyaksikan langsung perjalanan damai tersebut. Banyak masyarakat memanfaatkan momen itu untuk memberikan dukungan moral, doa, hingga berinteraksi hangat dengan para biksu yang berjalan kaki menempuh perjalanan panjang.
Kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026 sendiri menjadi agenda spiritual tahunan yang membawa pesan universal tentang perdamaian dunia, cinta kasih, dan persatuan umat manusia tanpa memandang suku, agama, maupun latar belakang budaya.
Dari Kota Pasuruan, langkah kaki para biksu seakan menenun harapan tentang Indonesia yang damai, rukun, dan penuh toleransi. Sebuah pesan sederhana namun bermakna besar bahwa kedamaian dapat tumbuh ketika masyarakat saling menghargai dalam keberagaman.(Kim)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?