Wilayah pantai dan kepesisiran Kabupaten Malang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Posisi pantai yang menghadap Samudra Hindia ini menyebabkan ancaman bencana yang tinggi. Tsunami, gelombang ekstrem, hingga banjir pasang pernah melanda kawasan pantai dan pesisir Malang Selatan.
Dengan adanya ancaman bencana yang tinggi tersebut maka diperlukan suatu kajian dari keilmuan geografi. Oleh sebab itu, kolaborasi antara Departemen Geografi, Universitas Negeri Malang (UM) dan Geography Programme, Universiti Malaysia Sabah (UMS) mewujudkannya dalam bentuk kajian/identifikasi ancaman bencana. Pakar Teknologi Geospasial Kebencanaan (UM) Listyo Yudha Irawan bersama Senior Lecture UMS Dr. Tahir Mapa beserta tim menyusun kajian dalam bentuk Geographic Information Systems (GIS).
Penyusunan dengan judul GIS Modelling for Assessing Flood Risk: A Case Study in Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency, Indonesia yang dipublikasikan di jurnal Internasional Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) IPB University. Sumbangsih penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap keilmuan kebencanaan khususnya di Indonesia.
Diketahui bahwa sejak tahun 2004, ancaman bencana khususnya di wilayah kepesisiran meningkat. Kajian seperti ini diharapkan menjadi dasar mitigasi dan perencanaan wilayah berbasis pengurangan risiko bencana. Sehingga dapat mengurangi risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah terhadap berbagai ancaman bencana.
Lebih jauh, penelitian ini berupaya mewujudkan tujuan SDGs 11 yaitu: Sustainable cities and communities. Misi SDGs ini adalah menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Dari misi tersebut jelas bahwa kapasitas masyarakat dalam membangun wilayah yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.
Penulis: Listyo Yudha Irawan
Dosen Departemen Geografi, Universitas Negeri Malang



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?