![]() |
| Dokumentasi Kegiatan |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Konversi 10 SKS Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) di wilayah Nginden Jangkungan resmi dibuka pada Senin (18/05/2026). Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh perangkat desa setempat, mulai dari Sekretaris Desa, jajaran RT/RW, hingga perwakilan tokoh masyarakat. Kehadiran mahasiswa disambut dengan sikap terbuka dan penuh harapan akan kontribusi nyata yang dapat diberikan selama masa KKN berlangsung.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa menekankan pentingnya sikap dan etika mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial.
“Mahasiswa diharapkan dapat menjaga sikap, menghormati warga, serta mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada di lapangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam kehidupan masyarakat akan menjadi kunci terciptanya hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan warga.
Ketua pelaksana KKN, Aisyah Fitri, juga menyampaikan bahwa seluruh program kerja yang dirancang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Nginden Jangkungan. “Kami tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga ingin benar-benar hadir dan memberi dampak yang nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Aisyah menjelaskan bahwa KKN Konversi 10 SKS ini membawa pendekatan yang lebih komprehensif, di mana mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga mengintegrasikan aspek akademik, riset lapangan, serta implementasi solusi berbasis kebutuhan masyarakat.
Pada sektor lingkungan, mahasiswa akan menginisiasi program pengelolaan limbah organik rumah tangga sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengolahan sampah. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga praktik langsung dalam mengelola limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
Sementara itu, pada bidang pendidikan, mahasiswa akan memberikan edukasi komunikasi kepada siswa sekolah dasar, khususnya dalam meningkatkan kemampuan public speaking sejak dini. Program ini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri anak-anak serta melatih kemampuan mereka dalam menyampaikan gagasan secara efektif.
Di bidang ekonomi, pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus utama. Mahasiswa akan membantu pelaku usaha lokal dalam proses digitalisasi, mulai dari branding, pemasaran melalui media sosial, hingga strategi memperluas jangkauan pasar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di tengah perkembangan ekonomi digital.
Selain program unggulan, mahasiswa KKN juga akan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat. Salah satunya adalah senam pagi bersama warga yang menjadi sarana untuk membangun kedekatan serta mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat.
Tak hanya itu, program “Jumat Berkah” juga akan dijalankan sebagai bentuk kegiatan sosial berbasis kebersamaan. Melalui program ini, mahasiswa berupaya membangun interaksi yang lebih humanis dengan masyarakat melalui kegiatan berbagi dan kepedulian sosial.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sehari-hari masyarakat menjadi bagian penting dari proses KKN. Hal ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan kehidupan masyarakat.
Melalui KKN Konversi 10 SKS ini, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu membaca situasi, memahami kebutuhan, serta menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan.
Dengan adanya berbagai program yang dirancang secara terstruktur dan berbasis kebutuhan masyarakat, diharapkan kehadiran mahasiswa KKN di Nginden Jangkungan tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan hubungan antara kampus dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi tridharma, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada praktik dan dampak langsung di lapangan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?