Banner Iklan

Isu Penculikan Anak Bikin Geger Pasuruan,Polisi Luruskan Fakta Dan Imbau Warga Tetap Tenang

Admin Cyber
19 Mei 2026 | 12.11 WIB Last Updated 2026-05-19T05:14:49Z

Pasuruan kembali dihebohkan dengan maraknya isu penculikan anak yang viral di media sosial. Sejumlah video dan informasi yang beredar ternyata banyak yang belum terbukti kebenarannya bahkan diduga hoaks.


PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM

Pasuruan Kota – Isu dugaan penculikan anak yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial membuat masyarakat di wilayah Pasuruan resah. Berbagai video dan informasi yang beredar luas di grup WhatsApp maupun media sosial memicu kekhawatiran para orang tua terhadap keselamatan anak-anak mereka saat bermain maupun beraktivitas di luar rumah.

Menanggapi keresahan tersebut, jajaran kepolisian meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, namun tidak langsung mempercayai kabar yang beredar tanpa adanya kepastian fakta dari pihak berwenang.

Beberapa hari terakhir, sejumlah video dan narasi tentang dugaan penculikan anak viral di berbagai platform media sosial. Bahkan, ada video yang menampilkan kondisi korban luka-luka dan diklaim sebagai kejadian di wilayah Pasuruan. Setelah dilakukan penelusuran, polisi memastikan sebagian besar informasi tersebut merupakan hoaks dan tidak terjadi di Pasuruan.

Situasi ini membuat masyarakat semakin panik. Tidak sedikit warga yang kemudian mencurigai orang asing yang melintas di lingkungan permukiman, terutama ketika berada di dekat anak-anak yang sedang bermain.

Salah satu kejadian yang sempat menjadi perhatian warga terjadi di kawasan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu seorang pria berinisial H diteriaki warga karena diduga hendak melakukan penculikan terhadap anak-anak.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pria tersebut baru saja pulang dari rumah saudaranya dan melintas di kawasan Perum Sekar Asri. Di tengah perjalanan, ia melihat tiga anak perempuan berjalan di tengah jalan yang cukup ramai kendaraan. Karena khawatir terjadi kecelakaan, pria tersebut kemudian menegur anak-anak agar menepi demi keselamatan mereka.

Namun, teguran tersebut justru membuat ketiga anak ketakutan. Mereka langsung berteriak meminta tolong sambil berlari menuju warga sekitar. Suasana yang saat itu tengah dipenuhi kekhawatiran akibat isu penculikan anak membuat warga spontan mengejar pria tersebut.

Beruntung, situasi berhasil dikendalikan sehingga pria tersebut tidak sampai menjadi korban amukan massa. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Petugas juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan kronologi sebenarnya. Dari hasil pemeriksaan, polisi menyatakan tidak ditemukan adanya unsur penculikan maupun tindakan kriminal lainnya. Peristiwa itu murni terjadi karena kesalahpahaman yang dipicu kepanikan masyarakat akibat maraknya isu penculikan anak.

Kasus serupa juga terjadi di wilayah Desa Karangsono, Kecamatan Wonorejo. Seorang pria yang berjalan di sekitar gang permukiman warga sempat dicurigai hendak melakukan tindak kejahatan karena saat itu banyak anak-anak sedang bermain di sekitar lokasi.

Kecurigaan warga semakin meningkat karena beredarnya berbagai informasi penculikan anak di media sosial. Setelah dilakukan pemeriksaan, pria tersebut ternyata diduga mengalami gangguan jiwa dan tidak terbukti melakukan tindak kriminal sebagaimana yang dituduhkan warga.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Juneadi, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta warga tidak mudah menyebarkan video maupun kabar yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap sumber informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Ia juga mengingatkan agar warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai tanpa adanya bukti yang jelas.

Selain itu, polisi mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah. Pengawasan dari keluarga dan lingkungan sekitar dinilai sangat penting guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan melalui layanan kepolisian terdekat maupun Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti secara profesional.

Dengan adanya klarifikasi dari pihak kepolisian, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar. Waspada memang penting, namun menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menyebarkan hoaks juga menjadi tanggung jawab bersama demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.(Red)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Isu Penculikan Anak Bikin Geger Pasuruan,Polisi Luruskan Fakta Dan Imbau Warga Tetap Tenang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now