![]() |
| Dokumentasi Pribadi |
TUBAN | JATIMSATUNEWS.COM: Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil legen, minuman tradisional dari nira pohon siwalan yang memiliki rasa manis segar dan aroma khas. Di balik potensinya sebagai produk unggulan desa, legen menyimpan persoalan klasik: daya tahan yang sangat singkat. Dalam hitungan jam setelah dipanen, minuman ini mudah terfermentasi secara alami, mengubah rasa dan menurunkan kualitasnya.
Kondisi tersebut
selama ini menjadi penghambat utama dalam pengembangan usaha legen. Produk yang
cepat berubah rasa membuat distribusi terbatas hanya di sekitar desa, sehingga
peluang pasar yang lebih luas belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tak sedikit
pula pelaku usaha yang harus menanggung kerugian akibat legen yang tidak sempat
terjual.
Melihat
tantangan ini, mahasiswa melalui program Bina Desa menghadirkan solusi inovatif
yang sederhana namun berdampak besar. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal
22 April 2026 ini juga berada di bawah bimbingan dosen pembimbing, Dr. Ir.
Nuriah Yuliati M.P., Dr. Ir. Mubarokah, M.T., Yesi Mustika Ningsih, S.P., M.P.,
Mirza Andrian Syah, S.P., M.P., Mirza Ramadhani, S.P., M.P., yang turut
memberikan arahan dalam penerapan metode yang tepat dan aplikatif bagi
masyarakat. Dengan memperkenalkan teknik pemanasan atau pasteurisasi sederhana,
masyarakat diajak untuk mengolah legen agar memiliki daya tahan lebih lama
tanpa menghilangkan cita rasa alaminya. Proses ini dilakukan dengan memanaskan
legen pada suhu tertentu guna menghambat aktivitas mikroorganisme penyebab
fermentasi.
Dalam kegiatan
tersebut, pemateri Eva Mawarni menegaskan pentingnya proses pasteurisasi dalam
menjaga kualitas produk legen. Ia menjelaskan bahwa “Setelah dilakukannya
proses pasteurisasi, legen memiliki daya simpan sekitar 3–4 hari pada suhu
ruang, dan dapat bertahan kurang lebih satu minggu apabila disimpan di dalam
kulkas”. Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa inovasi sederhana tersebut
memberikan dampak nyata dalam meningkatkan daya simpan legen.
Pendekatan yang
dilakukan tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung
di lapangan. Dengan pendampingan yang terarah, warga Desa Ngujuran dilibatkan
secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari proses pemanasan hingga penerapan
standar kebersihan dalam pengolahan. Metode yang digunakan pun cukup sederhana
dan tidak membutuhkan peralatan mahal, sehingga mudah diadopsi oleh para pelaku
usaha legen di desa.
Tidak hanya
berhenti pada proses produksi, inovasi juga dikembangkan pada aspek pengemasan.
Legen yang telah melalui proses pemanasan kemudian dikemas dalam botol yang
praktis, dilengkapi dengan tutup segel untuk menjaga keamanan dan kebersihan
produk. Selain itu, kemasan juga diberi sentuhan desain berupa logo yang
menarik, sehingga memberikan identitas produk sekaligus meningkatkan daya tarik
di mata konsumen.
Legen yang
sebelumnya hanya bertahan beberapa jam kini mampu disimpan lebih lama dengan
kualitas yang tetap terjaga. Hal ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk
memperluas jangkauan pemasaran, bahkan hingga ke luar daerah. Dukungan kemasan
yang lebih modern dan higienis juga semakin meningkatkan kepercayaan konsumen
terhadap produk legen.
Lebih dari
sekadar memperpanjang umur simpan, inovasi ini menjadi titik awal transformasi
produk lokal Desa Ngujuran. Legen kini memiliki potensi untuk dikemas secara
lebih profesional dan dipasarkan sebagai produk unggulan yang bernilai ekonomi
tinggi. Dengan daya tahan yang meningkat serta tampilan produk yang lebih
menarik, pelaku usaha dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing di pasar.
Sejalan dengan
itu, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan, khususnya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan
SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Peningkatan kualitas dan daya
tahan legen mendorong terbukanya peluang usaha yang lebih luas, meningkatkan
pendapatan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor
pengolahan dan pemasaran produk lokal. Di sisi lain, penerapan teknologi
sederhana berupa pasteurisasi dan inovasi kemasan menjadi langkah nyata dalam
mendorong industrialisasi skala desa yang berbasis potensi lokal, sekaligus
memperkuat daya saing produk tradisional di pasar yang lebih modern.
Penulis : Dr. Ir. Mubarokah, M.T.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?