Banner Iklan

Inovasi Kemasan Dodol dan Kue Dumbek untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk UMKM Desa Ngujuran Kec. Bancar Kab. Tuban

Admin JSN
19 Mei 2026 | 09.02 WIB Last Updated 2026-05-19T02:03:27Z

 

Dokumentasi Foto Bersama

TUBAN | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Bina Desa 2026 Program Studi Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program kerja berupa sosialisasi inovasi kemasan produk UMKM pada Rabu (29/4/2026) di Balai Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus nilai jual produk khas desa.

Program tersebut berfokus pada inovasi kemasan produk dodol siwalan dan kue dumbek, dua kuliner khas Desa Ngujuran yang memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh unggulan daerah. Farah Amelia Putri selaku pemateri menjelaskan bahwa ide inovasi kemasan muncul setelah tim mahasiswa melakukan survei langsung ke desa.

“Saat survei, kami menerima oleh-oleh berupa kue dumbek dan dodol siwalan. Produknya memiliki rasa yang enak dan khas, tetapi kemasannya masih sederhana. Dari situ kami berinisiatif menghadirkan kemasan yang lebih menarik agar dapat membantu meningkatkan nilai jual produk UMKM desa,” ujarnya.

Sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku UMKM, mahasiswa menghadirkan kemasan produk yang lebih modern, rapi, dan informatif. Kemasan tersebut dilengkapi dengan nama produk, identitas produsen, komposisi, tanggal kedaluwarsa, makna produk, serta keterangan sebagai oleh-oleh khas Tuban. Selain itu, ditambahkan slogan “Manisnya Alami, Legitnya Asli” sebagai ciri khas produk agar lebih mudah dikenali konsumen.

Gambar Inovasi Kemasan Kue Dumbek

Gambar Inovasi Kemasan Dodol Siwalan

Mahasiswa juga menerapkan proses repacking atau pengemasan ulang menggunakan bahan kemasan yang lebih aman dan tertutup rapat guna menjaga kualitas isi produk. Proses ini dilakukan agar dodol siwalan dan kue dumbek lebih terlindungi dari udara, debu, maupun kerusakan selama penyimpanan dan distribusi. Dengan adanya repacking, produk menjadi lebih higienis, tahan lebih lama, serta tetap terjaga rasa dan kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen.

Selain memberikan inovasi kemasan, mahasiswa turut mengedukasi pelaku UMKM mengenai pentingnya kemasan sebagai media promosi dan penunjang kualitas produk. Penggunaan kemasan yang lebih baik dinilai mampu meningkatkan daya tarik visual sekaligus menjaga keamanan produk selama distribusi dan penyimpanan. Dengan tampilan yang lebih menarik dan informasi produk yang lengkap, produk UMKM diharapkan dapat lebih mudah dipasarkan, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Kepala Dusun Ngujuran, Bapak Jupriyono, turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa Bina Desa dalam mendukung perkembangan UMKM lokal. Menurutnya, inovasi kemasan menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing produk khas desa agar semakin dikenal masyarakat luas. Dukungan terhadap UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat desa, tetapi juga membuka peluang pemasaran hingga tingkat regional maupun nasional.

Melalui kegiatan berjudul “Inovasi Kemasan Dodol dan Kue Dumbek untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk UMKM Desa”, mahasiswa Bina Desa berharap produk khas Desa Ngujuran dapat memiliki identitas yang lebih kuat, tampil lebih menarik, serta mampu bersaing di tengah perkembangan pasar modern. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMKM lokal, serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi kemasan sebagai langkah pengembangan produk yang berkelanjutan dan bernilai tambah.


Penulis: Yesi Mustika Ningsih, S.P., M.P.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Inovasi Kemasan Dodol dan Kue Dumbek untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk UMKM Desa Ngujuran Kec. Bancar Kab. Tuban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now