![]() |
| Dokumentasi Foto Bersama |
TUBAN | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Bina Desa 2026 Program Studi Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program kerja berupa sosialisasi inovasi kemasan produk UMKM pada Rabu (29/4/2026) di Balai Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus nilai jual produk khas desa.
Program
tersebut berfokus pada inovasi kemasan produk dodol siwalan dan kue dumbek, dua
kuliner khas Desa Ngujuran yang memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh
unggulan daerah. Farah Amelia Putri selaku pemateri menjelaskan bahwa ide inovasi
kemasan muncul setelah tim mahasiswa melakukan survei langsung ke desa.
“Saat
survei, kami menerima oleh-oleh berupa kue dumbek dan dodol siwalan. Produknya
memiliki rasa yang enak dan khas, tetapi kemasannya masih sederhana. Dari situ
kami berinisiatif menghadirkan kemasan yang lebih menarik agar dapat membantu
meningkatkan nilai jual produk UMKM desa,” ujarnya.
Sebagai
bentuk pendampingan kepada pelaku UMKM, mahasiswa menghadirkan kemasan produk
yang lebih modern, rapi, dan informatif. Kemasan tersebut dilengkapi dengan
nama produk, identitas produsen, komposisi, tanggal kedaluwarsa, makna produk,
serta keterangan sebagai oleh-oleh khas Tuban. Selain itu, ditambahkan slogan
“Manisnya Alami, Legitnya Asli” sebagai ciri khas produk agar lebih mudah dikenali
konsumen.
![]() |
| Gambar Inovasi Kemasan Kue Dumbek |
![]() |
| Gambar Inovasi Kemasan Dodol Siwalan |
Selain
memberikan inovasi kemasan, mahasiswa turut mengedukasi pelaku UMKM mengenai
pentingnya kemasan sebagai media promosi dan penunjang kualitas produk.
Penggunaan kemasan yang lebih baik dinilai mampu meningkatkan daya tarik visual
sekaligus menjaga keamanan produk selama distribusi dan penyimpanan. Dengan
tampilan yang lebih menarik dan informasi produk yang lengkap, produk UMKM
diharapkan dapat lebih mudah dipasarkan, baik secara langsung maupun melalui
platform digital.
Kepala
Dusun Ngujuran, Bapak Jupriyono, turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa Bina
Desa dalam mendukung perkembangan UMKM lokal. Menurutnya, inovasi kemasan
menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing produk khas desa agar
semakin dikenal masyarakat luas. Dukungan terhadap UMKM tidak hanya berdampak
pada peningkatan perekonomian masyarakat desa, tetapi juga membuka peluang
pemasaran hingga tingkat regional maupun nasional.
Melalui kegiatan berjudul
“Inovasi Kemasan Dodol dan Kue Dumbek untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk
UMKM Desa”, mahasiswa Bina Desa berharap produk khas Desa Ngujuran dapat
memiliki identitas yang lebih kuat, tampil lebih menarik, serta mampu bersaing
di tengah perkembangan pasar modern. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya
mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs
8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas dan
daya saing UMKM lokal, serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)
melalui penerapan inovasi kemasan sebagai langkah pengembangan produk yang
berkelanjutan dan bernilai tambah.
Penulis: Yesi Mustika Ningsih, S.P., M.P.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?