Foto: Pemberian cinderamata pada pemateri
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Integrasi antara penguasaan bahasa Arab dan studi Al-Qur’an menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional bertema “Arah Baru Pengembangan Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Al-Qur’an” yang digelar IAIN Curup pada Rabu (06) kemarin. Guru Besar Ilmu Bahasa Arab FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Uril Bahruddin, MA, diundang sebagai narasumber dalam acara yang dihadiri ratusan dosen, mahasiswa, dan civitas akademika dari berbagai program studi di IAIN Curup.
Acara yang berlangsung di Hall Perpustakaan IAIN Curup ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Curup, didampingi Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris serta Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Dalam sambutannya, pihak kampus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar yang relevan dengan kebutuhan pengembangan keilmuan Islam di era saat ini.
Foto: Dokumentasi bersama
Prof. Uril mengapresiasi kolaborasi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam penyelenggaraan seminar. Ia menekankan bahwa sinergi kedua bidang keilmuan ini penting untuk menjawab tantangan pengembangan studi keislaman.
Dalam pemaparannya, Prof. Uril menyoroti kesenjangan yang sering terjadi: banyak orang menguasai bahasa Arab tapi lemah dalam tafsir Al-Qur’an, atau sebaliknya. Oleh sebab itu, diperlukan paradigma baru yang mengintegrasikan keduanya secara seimbang.
“Arah baru yang harus dibangun adalah siapa pun yang belajar bahasa Arab penting untuk melanjutkannya dengan kajian Al-Qur’an dan tafsir. Sebaliknya, mereka yang belajar Al-Qur’an dan tafsir juga semestinya menguasai bahasa Arab dengan baik,” tegasnya.
Prof. Uril juga menekankan pentingnya bahasa Arab sebagai kunci memahami Al-Qur’an secara mendalam.
“Bagaimana mungkin orang bisa menafsirkan Al-Qur’an dengan baik sementara dia tidak menguasai bahasa Arab? Padahal Al-Qur’an itu tertulis dalam bahasa Arab,” tambahnya.
Seminar berlangsung dengan antusias, diikuti mahasiswa S-1 dan S-2 Pendidikan Bahasa Arab, serta S-1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Diskusi interaktif dan tanya jawab menunjukkan tingginya minat peserta. Seminar Nasional ini menjadi momentum penting dalam mendorong integrasi keilmuan antara bahasa Arab dan studi Al-Qur’an di perguruan tinggi Islam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?