Banner Iklan

Dosen Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Ikuti Bimtek Perlindungan Varietas Tanaman 2026

Admin JSN
19 Mei 2026 | 16.11 WIB Last Updated 2026-05-19T09:13:13Z
Dosen Ilmu Pertanian Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya Malang mengikuti Bimtek PVT 2026 di Bogor./dok. UB

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya Malang menunjukkan kiprahnya dalam penguatan inovasi pertanian nasional melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Tahun 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Nomor 111/DST/C4/HK.12.01/2026 tanggal 3 Maret 2026 mengenai pengumuman seleksi peserta Bimtek PVT.

Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan melalui portal resmi https://hiliriset.kemdiktisaintek.go.id/ , sebanyak 63 peneliti dari 48 perguruan tinggi di Indonesia dinyatakan lolos dan diundang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pada 11–13 Mei 2026 di Universitas Pakuan, Bogor.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pendampingan intensif dari tim ahli yang terdiri dari 9 Pemeriksa PVT. Pendampingan mencakup penyusunan riwayat pemuliaan hingga tata cara pengajuan hak PVT secara daring, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat segera memperoleh perlindungan hukum.

Dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, tiga dosen berhasil lolos seleksi, yaitu Dr. Anna Satyana Karyawati, Dr. Budi Waluyo, dan Azeri Gautama Arifin, Ph.D.

Partisipasi ini menegaskan peran strategis fakultas dalam mendukung hilirisasi hasil riset dan pengembangan varietas unggul tanaman yang berdaya saing. 

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Leli Nuryari, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam mendorong implementasi hasil riset kampus. 

"Perguruan tinggi menjadi ujung tombak dalam pengembangan teknologi pertanian. Riset akademisi harus mampu bertransformasi menjadi varietas unggul yang berdampak nyata bagi produktivitas pertanian nasional," ungkap Leli Nuryari.

Keberadaan varietas unggul juga ia sebut sangat penting dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, hama, dan penyakit.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Prof. Yos Sunitiyoso, turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

"Harapannya, hasil riset varietas unggul dari perguruan tinggi tidak hanya berhenti sebagai publikasi, tetapi berlanjut hingga mendapatkan perlindungan PVT dan dimanfaatkan secara luas," ujar Yos.

Sementara itu, pakar pemuliaan tanaman dari IPB University, Prof. Sobir, menekankan bahwa pendaftaran hak PVT juga memberikan manfaat signifikan bagi pengembangan karier dosen.

"Hak PVT merupakan investasi karier yang nyata bagi akademisi karena memberikan perlindungan atas inovasi sekaligus meningkatkan nilai rekognisi ilmiah," jelas Sobir.

Delapan peserta Bimtek PVT 2026 mendapat penghargaan dari penyelenggara./dok. UB

Dr. Budi Waluyo, dosen Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan menerima penghargaan dalam Bimtek PVT 2026./dok. UB

Pada akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada delapan peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Dr. Budi Waluyo dari Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan termasuk dalam delapan peserta terbaik tersebut.

Prestasi ini menjadi bukti nyata kontribusi dosen fakultas dalam pengembangan varietas unggul serta komitmen terhadap hilirisasi riset.

Keikutsertaan dan capaian ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak inovasi yang tidak hanya dihasilkan di laboratorium, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat luas.

Melalui partisipasi aktif ini, Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional berbasis inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Ikuti Bimtek Perlindungan Varietas Tanaman 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now