![]() |
| Gus Ton saat sedang menyampaikan materi didampingi Kepala MAN 2 dan Pengasuh Ma'had al-Qolam |
Kota Malang -- MAN 2 Kota Malang kembali meneguhkan ikhtiarnya dalam membangun generasi muslim berkarakter melalui kegiatan Pembekalan Wawasan Keislaman bagi santri akhir kelas XII Mahad Al-Qalam. Acara yang digelar pada 14–16 Mei 2026 di Aula MAN 2 Kota Malang ini diikuti oleh 212 santri kelas XII serta didampingi oleh 28 asatidz.
Selama tiga hari pelaksanaan, para santri mendapatkan penguatan dari sejumlah tokoh agama. Salah satunya adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton Masduqi (yang akrab disapa Gus Shampton atau Gus Ton), yang hadir memberikan tausiyah sekaligus pesan kebangsaan dan keislaman yang mendalam pada sesi Jumat pagi (15/5).
Dalam arahannya, Gus Ton menekankan tiga poin krusial yang harus menjadi acuan hidup para santri saat melangkah ke jenjang perguruan tinggi dan masyarakat luas:
1. Jangan Pernah Berhenti Belajar, Jangan Menjadi 'Laron'
Gus Ton meminta para santri Ma'had Al-Qalam untuk menanamkan mental pembelajar seumur hidup. Beliau mengutip sebuah hadits Nabi yang membagi manusia ke dalam tiga golongan:
Alim: Orang yang berilmu.
Muta'allim: Orang yang menuntut ilmu (pelajar).
Hamaj Ru-a' (Laron): Manusia yang ikut-ikutan tanpa arah, terbang tanpa tujuan, dan tidak memberikan manfaat apa-apa bagi lingkungannya.
"Jangan pernah berhenti belajar. Pilihannya hanya dua: menjadi orang berilmu atau menjadi pelajar yang terus mencari ilmu. Jangan sampai kalian menjadi golongan ketiga, yaitu hamaj ru-a' seperti laron-laron yang terbang tak tentu arah dan tidak ada manfaatnya," tegas Gus Ton.
2. Kunci Surga adalah Mencintai Sesama, Bukan Membenci
Memasuki dunia perkuliahan yang heterogen, Gus Ton mengingatkan para santri untuk memegang teguh ajaran Islam yang rahmah (welas asih). Beliau mengutip hadits Nabi bahwa seseorang tidak akan masuk surga kecuali orang yang memiliki sifat rahmah.
Ketika para sahabat Nabi menyampaikan bahwa mereka sudah berkasih sayang dengan sesama temannya, Rasulullah ﷺ meluruskan bahwa rahmah yang dimaksud adalah mengasihi semua orang tanpa pandang bulu, bukan hanya kepada kelompoknya sendiri.
"Nanti saat sudah di kampus, jangan pernah terpengaruh oleh aliran-aliran yang mengajarkan kebencian, mudah menyalahkan, atau mengafirkan orang lain. Ingat, kunci surga adalah mencintai sesama, bukan menebar kebencian," pesan Gus Ton sebagai benteng moderasi beragama para santri.
3. Tiga Rahasia Allah yang Tersembunyi
Sebagai penutup, Gus Ton menjabarkan konsep tentang tiga hal yang sengaja disembunyikan Allah di dalam tiga hal lainnya:
Ridha-Nya disembunyikan di setiap amal kebaikan.
Amarah-Nya disembunyikan di setiap perbuatan keburukan.
Kekasih-Nya (Wali Allah) disembunyikan di antara manusia biasa.
Berdasarkan Hadits Qudsi, Allah menyatakan bahwa barangsiapa yang menyakiti kekasih-Nya, maka sama saja ia mengikrarkan permusuhan langsung dengan Allah. Oleh karena itu, menyakiti siapapun di dunia ini sangat berpotensi menyakiti kekasih Allah, karena tidak ada yang tahu siapa dan di mana keberadaan wali-Nya.
"Allah menyembunyikan tiga hal ini agar kita tidak meremehkan kebaikan sekecil apapun, tidak menyepelekan keburukan sekecil apapun, dan jangan pernah menyakiti orang lain tanpa memandang status sosialnya," pungkas Gus Ton.
Di akhir sesi, Gus Ton mengingatkan bahwa ketiga hal ini harus menjadi kompas utama para santri agar tidak mudah tertipu atau terhasut oleh aliran dan ideologi apa pun yang mengajak untuk melawan prinsip-prinsip tersebut. Kegiatan pembekalan pun berlangsung khidmat, menjadi bekal spiritual berharga sebelum para santri menapaki fase kehidupan baru.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?