Banner Iklan

Dukung Peternak dan Pertanian, Mahasiswa Bina Desa Berdampak Fakultas Teknik UPN Veteran Jawa Timur Rancang Panduan Bokashi Skala Rumahan

Admin JSN
30 Mei 2026 | 11.17 WIB Last Updated 2026-05-30T04:17:51Z
Mahasiswa Bina Desa Berdampak Prodi Teknik Kimia dan Teknik Mesin UPN Veteran Jawa Timur memperkenalkan formula pupuk bokashi skala UMKM kepada warga Desa Galengdowo, Jombang./dok.UPNV Jatim

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa Bina Desa Berdampak dari Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Mesin UPN Veteran Jawa Timur merumuskan formula praktis pembuatan pupuk bokashi skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menggunakan kombinasi kotoran sapi dan limbah pertanian, panduan ini dirancang agar mudah direplikasi secara mandiri oleh para peternak dan petani lokal di Desa Galengdowo, Jombang.

Berikut adalah rincian kebutuhan komponen baku dan peralatan untuk satu siklus produksi bokashi skala rumahan:

Komponen bahan baku yang disediakan:
Kotoran Kambing (5 Kg)
Sekam Padi (0,5 Kg)
Abu Sekam (0,5 Kg)
Dedak Padi (0,25 Kg)
Gula (30 Sdm)
Air (5 Liter)
Larutan Dekomposer EM4 (100 mL).

Alat kerja yang diperlukan:
Ember
Terpal atau karung bekas
Sekop kecil atau alat sejenisnya untuk mengaduk
Alat penyemprot (sprayer)
Sarung tangan.

Guna memastikan aktivitas fermentasi berjalan optimal dan menghasilkan pupuk berkualitas tinggi, para mahasiswa merangkum alur kerja ke dalam sembilan langkah taktis berikut:

Penghalusan: Haluskan kotoran kambing hingga memiliki ukuran yang lebih kecil

Pencampuran Kering: Campurkan kotoran kambing dengan limbah pertanian (sekam padi, abu sekam, dan dedak), lalu aduk hingga rata.

Aktivasi Dekomposer: Siapkan larutan EM4 dengan cara melarutkan gula ke dalam air sebagai nutrisi awal bagi mikroorganisme penunjang.

Inokulasi Bahan: Semprotkan larutan EM4 menggunakan sprayer sedikit demi sedikit ke dalam campuran bahan sambil diaduk. Pastikan tingkat kelembapan mencapai rentang 30–40% (indikatornya: ketika digenggam, bahan tidak meneteskan air tetapi terasa lembap).

Penyusunan Tumpukan: Tumpuk campuran bahan tersebut dengan ketinggian berkisar antara 20–30 cm, lalu tutup rapat menggunakan karung atau terpal dengan menyisakan sedikit celah udara (lubang ventilasi kecil).

Pemantauan Suhu (Aktivasi): Lakukan pengadukan berkala setiap 2–3 hari sekali. Jika tumpukan dirasa terlalu panas, buka penutup dan aduk agar suhunya turun. Sebaliknya, jika media terlalu kering, semprotkan sedikit air.

Masa Fermentasi: Proses fermentasi umumnya membutuhkan waktu sekitar 7–14 hari. Namun, untuk wilayah dengan suhu lingkungan yang cenderung dingin, proses ini dapat memakan waktu hingga 21 hari.

Indikator Keberhasilan: Pupuk bokashi yang telah matang dan siap pakai ditandai dengan perubahan warna menjadi cokelat kehitaman, teksturnya remah, tidak lagi terasa panas, serta mengeluarkan aroma khas fermentasi/tanah (tidak berbau busuk).

Aplikasi Lahan: Pupuk siap digunakan dengan cara ditaburkan di sekitar area perakaran tanaman atau dicampur langsung dengan tanah sebagai media dasar sebelum proses penanaman.

Pupuk bokashi dapat digunakan untuk tanaman skala rumahan dan dibuat secara mandiri dengan takaran tepat./dok.UPNV Jatim

Melalui standarisasi formula rumahan ini, mahasiswa Bina Desa Berdampak Fakultas Teknik UPN Veteran Jawa Timur berharap para peternak dan petani di Desa Galengdowo dapat menekan biaya produksi pertanian secara mandiri, sekaligus menjaga kelestarian hara tanah dari dampak akumulasi pupuk kimia sintetis.

Penulis:
Citra Dewi Anjaswari
Tifani Arromadloni
Herlina Purnama Sari
Ilham Shodiqin
Ndaru Adyono

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dukung Peternak dan Pertanian, Mahasiswa Bina Desa Berdampak Fakultas Teknik UPN Veteran Jawa Timur Rancang Panduan Bokashi Skala Rumahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now