Banner Iklan

Dari Konvensional ke Digital, Dosen UMM Bimbing UMKM Perempuan Jatim Tembus Pasar Lebih Luas

Anis Hidayatie
03 Mei 2026 | 06.37 WIB Last Updated 2026-05-02T23:41:45Z


Dosen UMM Bimbing UMKM Perempuan Jatim Tembus Pasar Lebih Luas

SURABAYA| JATIMSATUNEWS.COM: Upaya mendorong pelaku UMKM perempuan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi terus digencarkan. Berangkat dari rendahnya pemanfaatan media sosial dalam pemasaran, tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan program pemberdayaan bertajuk “Sisterpreneur: Inovasi Pemasaran Digital untuk Peningkatan Daya Saing UMKM Perempuan” di Surabaya, Minggu (26/4).

Program ini digagas oleh Maharina Novi, Arum Martikasari, dan Rahmania Santoso sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menyasar pelaku UMKM perempuan yang tergabung dalam Nasyiatul Aisyiyah, khususnya yang berada di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) Jawa Timur. Puluhan peserta dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti pelatihan yang memadukan teori dan praktik ini.

Ketua tim pengabdian, Maharina Novi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya jangkauan pemasaran UMKM perempuan. Berdasarkan riset singkat yang dilakukan, banyak pelaku usaha yang masih mengandalkan metode konvensional dan belum memaksimalkan media sosial sebagai sarana promosi.

“Padahal, jika dimanfaatkan secara optimal, media digital mampu memperluas pasar dan meningkatkan omzet penjualan secara signifikan. Kami ingin para pelaku UMKM perempuan ini lebih siap bersaing di era digital,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai strategi pemasaran digital yang aplikatif. Salah satu narasumber, Arum Martikasari, menekankan pentingnya pendekatan komunikasi yang adaptif melalui formula PCBA (Perkenalkan, Ceritakan, Buktikan, dan Ajakan). Strategi ini dinilai mampu membantu pelaku UMKM membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens di media sosial.

“Konten yang terarah akan membuat produk lebih mudah dikenal dan diminati. UMKM tidak hanya harus hadir di media sosial, tetapi juga harus mampu mengelolanya secara strategis,” jelas Arum.

Tak hanya teori, peserta juga diajak praktik langsung mengoptimalkan media sosial dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pendampingan dilakukan secara intensif oleh tim dosen, sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah penggunaan secara lebih jelas dan tidak kebingungan saat menerapkannya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama pelatihan. Yunik, salah satu anggota APUNA asal Trenggalek, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Ia kini lebih percaya diri dalam membuat konten promosi berbasis digital.

“Saya jadi paham cara menggunakan media sosial, bahkan dengan bantuan AI. Ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya,” tuturnya.

Melalui program Sisterpreneur ini, tim dosen UMM berharap pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur mampu bertransformasi dari pemasaran konvensional menuju digital. Dengan strategi yang tepat dan berkelanjutan, mereka diharapkan tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Konvensional ke Digital, Dosen UMM Bimbing UMKM Perempuan Jatim Tembus Pasar Lebih Luas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now