Ketua IKAPMII Sunan Ampel Prof. Agus Maimun
MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Sehari setelah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, refleksi disampaikan Ketua IKAPMII Malang, Agus Maimun. Ia mengajak mahasiswa untuk kembali meneguhkan jati diri sebagai insan intelektual yang mengedepankan pemikiran, moralitas, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Menurut Prof. Agus Maimun, momentum Hardiknas tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata. Justru, sehari setelahnya harus menjadi titik awal penguatan komitmen mahasiswa dalam membangun kualitas diri melalui pendidikan dan gerakan intelektual.
“Intelektualitas adalah fondasi utama keberhasilan. Mahasiswa tidak cukup hanya turun ke jalan, tetapi harus memperkuat diri melalui seminar, pelatihan, dan kegiatan ilmiah sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya Minggu, 3/4/2026.
Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tetap memiliki ruang dalam menyampaikan aspirasi, namun harus dilakukan secara santun, beretika, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya ketimuran. Gerakan yang bersifat destruktif dan anarkis, menurutnya, justru akan merusak citra mahasiswa sebagai agen perubahan.
Sebagai bagian dari PMII yang dikenal sebagai gerakan moral dan intelektual, mahasiswa diharapkan mampu menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kebaikan dengan cara-cara yang elegan dan beradab. Ia menegaskan bahwa dalam prinsip organisasi, tidak pernah diajarkan tindakan anarkisme.
“Perubahan tidak harus melalui kekerasan. Justru dengan pendekatan yang santun dan menyentuh hati, pesan yang kita sampaikan akan lebih diterima dan mampu menggerakkan kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, IKAPMII Malang juga mendorong pembinaan kader secara lebih intensif melalui penguatan kapasitas intelektual dan mental. Hal ini dilakukan untuk melahirkan generasi mahasiswa yang unggul, kompetitif, dan mampu bersaing melalui kualitas pemikiran, bukan sekadar aksi.
Dalam refleksi Hardiknas ini, Prof. Agus juga kembali menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan. Ia menyebut pendidikan sebagai “human investment” yang mampu mengangkat martabat dan menentukan arah kesuksesan seseorang.
“Jika ingin sukses, kuncinya adalah pendidikan. Perkuat intelektualitas, jaga moralitas, dan terus berkontribusi bagi bangsa,” ucapnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?