Banner Iklan

May Day Damai Kota Malang, Mahasiswa dan Buruh Bersatu Kawal Keadilan Sosia

Anis Hidayatie
03 Mei 2026 | 06.48 WIB Last Updated 2026-05-02T23:48:56Z

 


BEM FP UB ikut aksi damai,  ketua Naufal (paling tinggi) mengawal sampai selesai.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: 1 Mei Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) telah usai. Di Kota Malang berlangsung dalam suasana damai, penuh semangat solidaritas, dan tertib. Aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi potret kuat kebersamaan dalam memperjuangkan hak-hak buruh tanpa meninggalkan nilai-nilai damai.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (BEM FP UB) turut ambil bagian dalam aksi bersama Aliansi Rakyat Bersatu. Mereka hadir menyuarakan berbagai tuntutan terkait ketenagakerjaan, keadilan sosial, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Dalam suasana yang tetap damai, massa aksi menyampaikan aspirasi melalui orasi, pemasangan poster, hingga aksi simbolik.

Aksi yang digelar di pusat Kota Malang  juga diwarnai dengan berbagai ekspresi visual sebagai bentuk kritik terhadap sistem ketenagakerjaan, kebijakan ekonomi, hingga isu global. Salah satu aksi simbolik menampilkan instalasi gambar tokoh dan simbol negara sebagai bentuk protes terhadap dominasi kekuatan global yang dinilai berdampak pada kehidupan rakyat kecil. Meski sarat pesan kritis, seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung secara damai dan kondusif.

Ketua BEM FP UB, Naufal, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi May Day bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari komitmen nyata dalam mengawal isu-isu kerakyatan.

“May Day di Kota Malang tahun ini menunjukkan bahwa perjuangan bisa dilakukan secara damai. Kami hadir tidak hanya sebagai bentuk solidaritas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal isu ketenagakerjaan dan keadilan sosial,” ujar Naufal pada media ini Minggu 3/4/2026.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa akan terus bersinergi dengan buruh dan elemen masyarakat lainnya untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Menurutnya, pendekatan damai justru menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran publik dan mendorong perubahan yang berkelanjutan.

BEM FP UB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh, petani, serta kelompok rentan lainnya. Mereka berharap, semangat May Day yang damai ini dapat menjadi inspirasi bagi gerakan sosial yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • May Day Damai Kota Malang, Mahasiswa dan Buruh Bersatu Kawal Keadilan Sosia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now