Banner Iklan

Semangat Kartini Hidupkan Kembali Java Heksa di SMAN 6 Kota Malang Kreativitas, Budaya, Kental Nuansa Jawa

Anis Hidayatie
27 April 2026 | 08.22 WIB Last Updated 2026-04-27T01:22:24Z

 
Java Heksa di SMAN 6 Kota Malang Kreativitas, Budaya, Kental Nuansa Jawa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Di sela kemeriahan kegiatan Java Heksa yang kembali digelar setelah enam tahun vakum, Kepala SMAN 6 Kota Malang, Ernawati, memberikan pandangannya dalam wawancara khusus pada Minggu Senin 27 April 2026.

 Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan Hari Kartini, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa dalam melestarikan budaya sekaligus membangun karakter mandiri.


Menurut Ernawati, keputusan menghidupkan kembali Java Heksa dilatarbelakangi keinginan sekolah untuk menguatkan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

“Sebagai orang Jawa, kita punya budaya yang sangat santun dan penuh nilai. Melalui Java Heksa, kami ingin menanamkan kembali nilai-nilai tersebut kepada siswa, agar tidak tercerabut dari akar budayanya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 19 April dan mencapai puncaknya pada 20 April ini dirancang berbasis partisipasi aktif siswa. Mulai dari bazaar makanan tradisional, lomba sinjang (sewek), poster berbahasa Jawa, hingga karaoke  campursari, semuanya melibatkan kreativitas siswa secara penuh.

Hal yang paling membanggakan, lanjut Ernawati, adalah semangat kemandirian yang ditunjukkan para siswa. Untuk memenuhi kebutuhan kegiatan seperti biaya juri, siswa berinisiatif mencari sponsor secara mandiri.

“ Kami memang mendorong mereka untuk belajar bertanggung jawab. Tidak kaleng kaleng.  Juru dari Jebolan Kakang Mbak Yu Unmer bisa dibayangkan biayanya. Bahkan untuk konsumsi panitia, kami manfaatkan bahan yang ada seperti beras, lalu dimasak bersama menjadi soto. Ini sederhana, tapi penuh makna kebersamaan,” jelasnya.

Tak hanya siswa, para guru juga turut berpartisipasi aktif melalui lomba parade busana, sementara orang tua siswa ikut meramaikan bazaar. Menurut Ernawati, kolaborasi lintas elemen inilah yang membuat Java Heksa terasa hidup dan meriah.

“Kami sangat bersyukur, karena ini benar-benar kerja bersama. Sekolah, siswa, guru, hingga orang tua semua terlibat. Inilah pendidikan yang sesungguhnya—bukan hanya di kelas, tapi juga dalam praktik kehidupan,” imbuhnya.

Selain itu, kegiatan seperti pemilihan Putra-Putri SMARIHEKSA, ketua angkatan, serta pameran kewirausahaan “Heksa Preneur” menjadi bagian penting dalam membentuk jiwa kepemimpinan dan kreativitas siswa.

Menutup wawancara, Ernawati berharap Java Heksa dapat menjadi agenda rutin sekolah yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Ini bukan akhir, tapi awal kebangkitan. Kami ingin Java Heksa terus ada, menjadi ciri khas sekolah, sekaligus wadah untuk melahirkan generasi yang berbudaya, kreatif, dan mandiri,” ujarnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Semangat Kartini Hidupkan Kembali Java Heksa di SMAN 6 Kota Malang Kreativitas, Budaya, Kental Nuansa Jawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now