![]() |
| O2SN Malang 2026 digelar sebagai ajang untuk melahirkan ketangguhan dan karakter siswa./dok. Istimewa |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM -Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Malang 2026 kembali digelar mulai 22 April.
Olimpiade ini bertajuk 'Dari Gelanggang Sekolah, Lahir Ketangguhan dan Karakter Siswa'.
Ajang ini menjadi wadah untuk menegaskan peran sekolah sebagai ruang tumbuhnya talenta sekaligus karakter.
Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan berlangsung di SMK Negeri 1 Kepanjen, dengan mempertemukan ratusan pelajar dalam kompetisi yang melampaui sekadar perebutan juara.
Dari arena pencak silat, prestasi datang dari Keila Mey Nabighoh, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pagak. Atlet Pagar Nusa itu meraih Juara 3 setelah bersaing dengan 16 atlet unggulan dari berbagai sekolah.
Ia turun di dua kategori sekaligus, seni tunggal IPSI dan tanding kelas E (55–59 kg), format yang menuntut keseimbangan antara teknik, fisik, dan mental bertanding.
Ajang ini diikuti lebih dari 100 atlet pelajar dalam dua kategori utama, seni dan tanding. Sistem seleksi mengharuskan atlet menguasai keduanya sebagai syarat melaju ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Skema tersebut menjadi penyaring awal bagi atlet yang tak hanya unggul secara spesifik, tetapi juga komprehensif.
Pelatih Pagar Nusa, Edi Supratono, menilai capaian tersebut sebagai hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan. "Persaingan semakin ketat, standar meningkat. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan di tingkat sekolah mulai menemukan bentuknya," ujarnya pada Jumat (24/4).
Lebih dari itu, O2SN memikul mandat pendidikan yang lebih luas, mengembangkan talenta olahraga sejak dini, menyiapkan atlet berprestasi hingga level nasional dan internasional, serta menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab.
![]() |
| Podium cabor pencak silat di O2SN Malang 2026./dok. Istimewa |
Program ini juga diarahkan untuk membentuk delapan dimensi profil lulusan mulai dari keimanan, nalar kritis, hingga kemandirian dan kemampuan berkomunikasi.
Di tengah kompetisi, terselip tujuan yang lebih sunyi namun mendasar membangun budaya hidup sehat, memperkuat nasionalisme, serta merajut solidaritas antarpelajar.
Gelanggang O2SN, dengan demikian, bukan hanya tempat bertanding, melainkan ruang belajar yang mempertemukan ambisi dan nilai.
Prestasi Keila mungkin satu titik kecil di antara ratusan peserta. Namun dari titik-titik itulah, peta masa depan olahraga pelajar disusun pelan tapi pasti. (Rof)
***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?