PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM
Kisah penuh inspirasi datang dari Kota Pasuruan.Seorang nenek berusia 85 tahun bernama Mislicha berhasil mewujudkan impian besarnya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Perjalanan panjang penuh perjuangan itu ia tempuh dengan cara sederhana, yakni menabung dari hasil berjualan cilok keliling selama puluhan tahun.
Warga Jalan Pattimura, Kelurahan Bugul Kidul, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini bahkan tercatat sebagai calon jemaah haji tertua di wilayahnya. Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Mislicha akan berangkat bersama putri tercintanya, Mariatul Qibtiyah, yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Surabaya.
Impian untuk menunaikan rukun Islam kelima bukanlah sesuatu yang instan bagi Mislicha. Keinginan itu telah tertanam sejak dirinya masih muda. Namun, keterbatasan ekonomi tidak membuatnya menyerah. Selama kurang lebih 50 tahun, ia tekun berjualan cilok dengan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain di Kota Pasuruan.
Dari hasil usaha kecil itulah, Mislicha secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung. Meski jumlahnya tidak besar setiap harinya, namun berkat kedisiplinan dan kesabaran, tabungan tersebut perlahan terkumpul hingga cukup untuk mendaftar dan melunasi biaya haji.
Tidak hanya mengandalkan tabungan pribadi, Mislicha juga mengikuti arisan kecil-kecilan sebagai salah satu strategi untuk mempercepat pengumpulan dana. Perjuangannya pun tidak sendiri. Sang anak, Mariatul Qibtiyah, turut membantu dengan ikut berjualan cilok keliling demi mendukung cita-cita mulia tersebut.
“Seluruhnya ini berasal dari jerih payah berjualan cilok dan dibantu bersama sang anak yang juga ikut berjualan cilok keliling,” ujar Mislicha dengan wajah penuh kebahagiaan, Jumat (17/04/2026).
Di usia yang sudah sangat lanjut, semangat hidup Mislicha tetap menyala. Ia masih terlihat kuat mendorong gerobak ciloknya menyusuri jalanan demi mencari rezeki. Baginya, kerja keras dan hidup sederhana adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan.
Sejak ditinggal wafat sang suami sekitar 15 tahun lalu, Mislicha harus berjuang seorang diri membesarkan delapan orang anaknya. Kini, ia telah dikaruniai 22 cucu yang menjadi penyemangat hidupnya. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap bersyukur dan tidak pernah berhenti berusaha.
Rencananya, Mislicha akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada Kamis, 23 April 2026. Menjelang hari keberangkatannya, ia berencana menggelar syukuran sederhana di rumahnya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon doa restu dari keluarga, tetangga, dan kerabat.
“Saya berencana menggelar syukuran sederhana dan memohon doa restu dari para tetangga serta saudara agar perjalanan ibadah nanti lancar dan mabrur,” tuturnya penuh harap.
Kisah Mislicha menjadi bukti nyata bahwa tidak ada yang mustahil jika seseorang memiliki tekad yang kuat, kesabaran, dan keikhlasan dalam berusaha. Di tengah keterbatasan, ia mampu membuktikan bahwa mimpi besar dapat terwujud dengan kerja keras dan doa yang tak pernah putus.(SM)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?