Banner Iklan

Pesona Gunung Api Semeru dalam Balutan Ancaman Bencana dan Potensi Wisata

Eko Rudianto
02 Juni 2026 | 09.57 WIB Last Updated 2026-06-02T04:03:04Z
Potret Gagah Gunung Api Semeru (dok.pri)

LUMAJANG | JATIMSATUNEWS.COM : Gunung api Semeru merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Semeru memiliki bentuk kerucut gunung api sempurna (Strato Volcano) di puncaknya. Di Pulau Jawa, Semeru merupakan gunung api tertinggi dengan ketinggian 3.676 mdpl.

Sejak akhir tahun 2021 hingga 2025 diketahui di lereng selatan dan tenggara Semeru sering dilanda jatuhan abu vulkanik hingga banjir lahar. Ancaman bencana ini telah banyak dikaji baik oleh peneliti dari dalam maupun luar negeri. Kawasan rawan bencana (KRB) telah berubah atau berkembang dari bentuk awalnya.

Aliran sungai (baca: besuk/curah) yang berhulu di lereng atas Gunung api Semeru menjadi pemicu utama banjir lahar selain sebagai medan luncuran awan panas. Terkait ancaman ini kelompok peneliti dari Pusat Lingkungan, Mitigasi, dan Kebencanaan (PLMK), Universitas Negeri Malang berupaya memberikan kontribusi dalam penyusunan WebGIS untuk memetakan ancaman bahaya, kerentanan berserta risiko di sisi selatan dan tenggara Semeru.

Penjelasan Koordinator Lapangan Pos Pantau Semeru (PPGA) Sugiyono Mengenai Kondisi Terbaru Gunung Api Semeru (dok.pri)

Kelompok peneliti ini terdiri dari Departemen Geografi, Fisika, dan Manajemen. Kolaborasi keilmuan diantara ketiganya diharapkan mampu memberikan peran positif dan konstruktif dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kapasitas di Gunungapi Semeru. Multidimensi keilmuan saat ini merupakan arus utama dalam perkembangan pengetahuan dan keilmuan.

Kolaborasi Tim Peneliti UM dari Departemen Geografi dan Fisika (dok.pri)

Kajian penelitian ini tidak terbatas pada aspek kebencanaan saja. Peran dan kapasitas pengelola wisata di kawasan Gunung api Semeru dapat berdampingan dengan baik atau Living Harmony with Volcanic Risk. Seperti diketahui bahwa beberapa saat pasca luncuran banjir lahar hujan Semeru berdampak pula pada beberapa objek wisata di sekitarnya. Salah satunya adalah air terjun Tumpak Sewu. 

Jum’at, 29 Mei 2026 malam, tim peneliti UM memperoleh pengalaman langsung mengamati aliran awan panas guguran dan lava. Hal ini merupakan kejadian yang sering terjadi di lereng tenggara Gunung api Semeru. Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang merupakan laboratorium alam yang sangat sesuai untuk pengamatan visual Gunung api Semeru.

Guguran Lava dan Awan panas guguran Gunung Api Semeru, 29-05-2026 (dok.pri)

Lebih lanjut pada hari Sabtu, 30 Mei tim peneliti melanjutkan mengumpulkan data lapangan yang berasal dari data pos pantau lapangan Semeru di dekat Sungai Curah Kobokan. Sugiyono, selaku penanggung jawab pos pantau menjelaskan bahwa aktivitas Gunungapi Semeru saat ini dapat diamati melalui CCTV yang tersebar di beberapa titik. Demikian pula telah terpasang sensor untuk mendeteksi gempa vulkanik di tubuh Gunung api Semeru.

Kondisi Sungai Curah Kobokan dengan Aktivitas Pertambangan Bahan Galian C (dok.pri)


Penulis: Listyo Yudha Irawan

Dosen Departemen Geografi, Universitas Negeri Malang


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pesona Gunung Api Semeru dalam Balutan Ancaman Bencana dan Potensi Wisata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now