![]() |
| Universitas Negeri Malang dan MTs Almaarif 01 Singosari berkolaborasi untuk menggelar workshop penyusunan proposal penelitian tindakan kelas berbasis AI./dok. UM |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Komitmen menghadirkan pendidikan yang adaptif dan berdaya saing global kembali ditunjukkan melalui kolaborasi strategis antara mahasiswa doktoral Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang dan MTs Almaarif 01 Singosari, Kabupaten Malang.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, keduanya bersinergi menyelenggarakan Workshop Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Berbasis Artificial Intelligence (AI), sebuah inisiatif akademik yang menjawab kebutuhan riil guru di era transformasi digital.
Kegiatan ini diinisiasi oleh tim mahasiswa S3 Pendidikan Matematika--Konstantinus Denny Pareira Meke, M.Pd., Ulfa Masamah, M.Pd. dan Wiga Ariani, M.Pd. yang kompak di bawah supervisi akademik Dr.rer.nat. I Made Sulandra, M.Si.
Dukungan tim dosen yang solid, yakni Dr. Tomi Listiawan, S.Si., M.Pd, Mohammad Agung, S.Pd., M.Sc, dan Azizah, S.Pd., M.Si., semakin memperkuat kualitas pelaksanaan kegiatan ini sebagai ruang pengembangan profesional guru yang berbasis riset dan teknologi.
Sebanyak 40 guru MTs Almaarif 01 Singosari mengikuti workshop dengan antusias tinggi. Tidak sekadar menerima materi konseptual, peserta diajak untuk terlibat aktif dalam praktik penggunaan teknologi AI guna menyusun proposal PTK yang lebih sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada solusi pembelajaran.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju evidence-based teaching yang memanfaatkan data dan teknologi.
Dalam arahannya, Dr.rer.nat. I Made Sulandra, M.Si. menegaskan bahwa integrasi AI dalam penelitian tindakan kelas merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas reflektif guru.
“AI bukan pengganti nalar akademik, melainkan katalis yang mempercepat proses berpikir ilmiah guru dalam merumuskan solusi pembelajaran yang berbasis data,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah sebagai fondasi pengembangan pendidikan yang berkelanjutan.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd. yang menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas profesionalisme guru.
Ia menegaskan bahwa workshop ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam konteks pembelajaran di kelas.
Salah satu kekuatan utama workshop ini terletak pada pendekatan aplikatif yang diusung oleh Tomi Listiawan sebagai narasumber utama.
Dengan memperkenalkan penggunaan prompt terstruktur dalam AI, ia membuka perspektif baru bagi guru dalam menyusun proposal penelitian secara efisien tanpa mengabaikan ketepatan metodologis. Penekanan pada keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kedalaman pemahaman ilmiah menjadi nilai penting dalam sesi ini.
Lebih jauh, workshop ini merepresentasikan praktik nyata knowledge transfer antara perguruan tinggi dan sekolah, di mana hasil kajian akademik tidak berhenti pada ruang diskusi ilmiah, tetapi diimplementasikan langsung untuk menjawab tantangan pendidikan di lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi strategis Departemen Matematika FMIPA UM dalam memperkuat ekosistem pendidikan berbasis inovasi.
Kegiatan semakin bermakna melalui sesi bedah proposal PTK yang dipandu langsung oleh I Made Sulandra.
Dalam forum akademik tersebut, setiap proposal peserta dianalisis secara kritis dan konstruktif, memberikan ruang dialog ilmiah yang memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas rancangan penelitian guru.
Proses ini sekaligus menegaskan pentingnya validitas, relevansi, dan kebermaknaan penelitian dalam konteks pembelajaran nyata.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, kolaborasi ini menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam mengadopsi teknologi menjadi kunci utama dalam menjaga relevansi pembelajaran.
AI, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga medium transformasi yang mendorong lahirnya praktik pembelajaran yang lebih reflektif, adaptif, dan berbasis riset.
Sebagai penutup, sinergi antara Universitas Negeri Malang dan MTs Almaarif 01 Singosari ini menjadi cerminan nyata bahwa kemajuan pendidikan lahir dari kolaborasi yang setara, visioner, dan berorientasi masa depan.
Dari ruang-ruang kelas di Singosari, langkah progresif ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan gerakan kolektif yang terus tumbuh--menguatkan peran guru sebagai agen perubahan, sekaligus mengharumkan kontribusi institusi pendidikan dalam membangun generasi unggul bangsa. (10/4/2026)
***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?