MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Dalam rangka membangun ketangguhan bencana khususnya di wilayah Jawa Timur, Forum Pengurangan Risiko Bencana bersama Siap Siaga melaksanakan konsolidasi & penguatan FPRB Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur bersama seluruh unsur pentahelix di Kantor Bakorwil Wilayah 3 Malang pada Kamis (16/4/2025).
Sekretaris Jendral (Sekjend) Forum PRB Catur Sudarmanto, S.Sos.,MMB mengungkapkan bahwa pertemuan yang dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman, mengidentifikasi serta advokasi.
"Kegaiatan ini adalah rangkaian awal, akan akan dilakukan se jatim yang akan dibagi per bakorwil. Juga akan dilakukan identifikasi permasalahan sekaligus tantangan yang dihadapi FPRB serta merumuskan tindaklanjut" Ujar pria yang akrab disapa Mbah Darmo tersebut.
Sementara itu, Mamba'us Su'ud sebagai perwakilan dari program Siap Siaga juga turut memberikan pemahaman terkait program siap siaga yang telah berjalan selama 5 tahun dari total 7 tahun, antara pemerintah Indonesia dengan Australia. Jawa Timur menjadi salahsatu sasaran dari 4 Provinsi.
"Saya berharap pertemuan ini sebagai upaya membangun kelembagaan, memperkuat sistem dan kapasitasnya, baik didalam lembaga atau personalnya pada bidang kebencanaan, menuju Indonesia tangguh di Indonesia emas tahun 2045" ujar Su'ud.
Su'ud juga melanjutkan, kerjasama antara FPRB dan Siap Siaga ini bertujuan melakukan pemetaan agar benar-benar menjadi wadah pentahelix, ia juga berpesan agar dalam upaya membangun kerjasama dan program penanggulangan bencana lainnya tetap berlanjut meskipun program siap siaga sudah selesai.
Kemudian harapan sinergi antara FPRB dengan Pemerintah daerah agar bisa tetap dilaksanakan datang dari Sekretaris Bakorwil 3 Malang, Widodo Joko Santoso, S.Hut.,MM.
"Adanya Forum PRB ini, maka ketika ada bencana tidak saling mengandalkan, di bakorwil sendiri bidang pemerintahan yang juga menangani tentang upaya penanggulangan bencana" ujar Joko.
Sebagai penutup sambutan, Satryo Nurseno, S.STP.,MIP selaku Kabid Bidang Kedaruratan dan Logistik BPDB Provinsi Jatim menghimbau agar FPRB bukan sebagai forum diskusi saja, namun sebagaio motor penggerak dan memberikan masukan.
"FPRB bukan hanya wadah diskusi namun sebagai motor penggerak penguran risiko bencana di Jawa Timur. FPRB Juga memberikan masukan kepada pemerintah daerah, karena yang lebih tahu lapangan serta bisa mengintervensi birokrasi" tegas Satryo.
FPRB diharapkan juga mampu menjadi pioner rujukan akademisi melalui penerbitan artikel ilmiah atau bahkan jurnal ilmiah. pertemuan konsolidasi kemudian dilanjutkan dengan materi dan diskusi yang dipandu oleh Sekjend FPRB Provinsi Jawa Timur Catur Sudarmanto.
Kegaiatan dihadiri oleh Pengurus FPRB dan BPBD Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Blitar, Kota Blitar. Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana Jatim, BPBD Jawa Timur serta FPRB Jawa timur.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?