![]() |
| Senator DPD RI Lia Istifhama turut diundang sebagai narasumber Syawalan Pemuda Jawa Timur di Surabaya (29/3)./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Agenda Syawalan Pemuda Jawa Timur di Surabaya pada Minggu (29/3) lalu turut mengundang Senator DPD RI Lia Istifhama dan Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi.
Agenda ini digelar untuk menjadi ruang silaturahmi dan refleksi sekaligus penguatan gerakan pemuda di Jawa Timur.
Melalui forum diskusi yang dihadiri berbagai elemen kepemudaan, Ketua Panitia, As'ad Habibillah, menegaskan bahwa pemuda Jawa Timur memiliki potensi besar yang harus terus diasah dan diarahkan.
Menurut As'ad, gerakan pemuda di Jawa Timur dihuni oleh berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, organisasi kepemudaan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), hingga kelompok Cipayung.
"Pemuda memiliki idealisme yang kuat, baik dari sisi kreativitas maupun minat dan bakat. Ini adalah modal penting untuk membangun daerah," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan salam hormat kepada Lia Istifhama, Asruri Faizal, serta Aang Kunaifi yang turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kemudian, Asruri Faizal selaku ketua ruang kolaborasi pemuda mengatakan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang peningkatan kualitas dan kapasitas pemuda.
Ia turut mengaitkannya dengan pentingnya belajar dari daerah lain seperti Yogyakarta yang dinilai kuat dalam advokasi dan pengelolaan komunitas.
"Pemuda harus mampu memahami regulasi, termasuk aspek administratif seperti SK, agar bisa berperan dalam memanfaatkan potensi pendapatan daerah," tutur Asruri.
Jawa Timur disebutnya juga memiliki sumber daya yang sangat melimpah. Sehingga, ini harus menjadi modal awal bagi pemuda untuk berkompetisi secara sehat dalam meningkatkan kapasitas diri.
"Kita harus bergerak lebih cepat, memanfaatkan potensi yang ada untuk kemajuan bersama," tegasnya.
Penguatan sektor pendidikan di Jawa Timur juga turut diperhatikan dan saat ini menurutnya terus mengalami perkembangan signifikan. Ini akan menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang lebih jauh.
Salah satu panitia yang juga staf dari Ning Lia dan pernah aktif sebagai Ketua IPPM serta pengurus Fatayat, juga berbagi pengalaman pada momen ini.
Menurutnya, jejaring organisasi dapat menjadi kekuatan utama dalam perjalanan hidupnya. Berbekal pengalaman kuliah di Universitas Negeri Surabaya, ia merasakan langsung bagaimana organisasi membentuk karakter dan membuka peluang.
"Proses berorganisasi memang tidak mudah, bahkan sering terasa penuh tekanan. Namun justru dari situ kita belajar dan tumbuh. Bahkan di lingkungan kampung pun, kita bisa mulai membangun gerakan," ungkapnya.
Apresiasi juga ia berikan kepada Lia Istifhama yang telah memfasilitasi ruang kolaborasi ini. Dikenal sebagai senator perempuan dengan perolehan suara tinggi, Ning Lia dinilai konsisten mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah.
Masih pada sesi yang sama, Ketua KPU Jawa Timur, Aang Kunaifi, turut memberikan pandangan terkait pentingnya partisipasi pemuda dalam demokrasi. Ia mengajak pemuda untuk lebih peduli dan tidak hanya mencoblos pada hari H.
Hak pilih tidak hanya dimaknai saat hari pencoblosan, tetapi menurutnya, juga mencakup keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi sejak jauh hari.
"Pemilu tetap berjalan, tetapi kualitasnya sangat ditentukan oleh partisipasi publik. Jangan sampai ada sikap apatis terhadap penyelenggara maupun prosesnya," ucap Aang.
Masyarakat termasuk pemuda, sejatinya mempunyai ruang untuk memberikan tanggapan, termasuk menilai rekam jejak penyelenggara pemilu maupun kebijakan yang diatur dalam undang-undang.
Selain itu, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, keterlibatan publik juga menjadi makin terbuka dan luas.
Kemudian, Aang menyoroti tantangan menuju Pemilu 2029, yaitu tentang generasi muda yang harus lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
"Kemajuan teknologi luar biasa. Anak-anak muda harus siap, adaptif, dan kritis. KPU selalu terbuka, namun penyelenggaraan pemilu tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat," tandasnya.
Dari pihak penyelenggara, pelaksanaan Syawalan ini diharapkan dapat menjadi titik awal lahirnya gagasan-gagasan baru serta kolaborasi nyata antarpemuda Jawa Timur. Termasuk berupa pembangunan sosial, dan memperkuat kualitas demokrasi di masa depan. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?