![]() |
| Senator Lia Istifhama bersama Aang Kunaifi (kanan) menjadi narasumber Syawalan Pemuda Jawa Timur di Surabaya (29/3)./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi bersama Senator DPD RI Lia Istifhama menjadi narasumber Syawalan Pemuda Jawa Timur pada Minggu (29/3) di Surabaya.
Agenda ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan ruang edukasi politik bagi generasi muda.
Melalui forum ini, Ketua KPU Jawa Timur Aang Kunaifi menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam proses demokrasi.
Ia mengingatkan, hak pilih bukan sekadar digunakan saat hari pencoblosan. Lebih dari itu, masyarakat yang terutama kaum pemuda harus terlibat sejak awal dalam mengawal proses pemilu.
"Pemilu tetap berjalan, tetapi kualitasnya sangat ditentukan oleh partisipasi publik. Jangan sampai muncul sikap apatis, baik terhadap penyelenggara maupun prosesnya," ujar Aang, yang duduk di sebelah Anggota DPD RI Lia Istifhama.
Aang menjelaskan, dalam konteks penyelenggaraan pemilu, masyarakat mempunyai ruang untuk memberikan tanggapan, termasuk menilai rekam jejak penyelenggara serta kebijakan yang diatur dalam undang-undang.
Artinya, kontrol publik menurut Aang menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Selain itu, transisi sistem pemilu di Indonesia yang terus berkembang dengan dinamika regulasi dan kebutuhan masyarakat, juga harus dipahami dan dimaksimalkan oleh pemuda agar tidak menjadi pemilih pasif.
"Artinya, keterlibatan itu tidak hanya saat hari H pencoblosan, tetapi jauh sebelum itu. Masyarakat harus aktif menyoroti, mengawal, dan memahami prosesnya," jelasnya.
Ketua KPU Jatim, Aang Kunaifi mengajak pemuda untuk cerdas, peduli, dan aktif dalam demokrasi./Instagram @kpu_jatim
Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, Aang juga melihat peluang besar bagi pemuda untuk berperan lebih luas dalam demokrasi. Informasi yang semakin terbuka harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran politik, bukan justru memperkuat sikap apatis.
Menjelang Pemilu 2029 yang tinggal 3 tahun lagi, Aang menegaskan bahwa tantangan akan semakin kompleks. Maka, generasi muda dituntut untuk adaptif, kritis, dan berintegritas dalam menyikapi perkembangan zaman.
"Anak-anak muda harus siap dan adaptif. KPU selalu terbuka, tetapi penyelenggaraan pemilu tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat," tegasnya.
Melalui forum ini, Aang berharap kesadaran politik pemuda Jawa Timur makin meningkat, sehingga mampu berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang berkualitas dan demokratis di masa mendatang. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?