Banner Iklan

Tarawih ke-29 di Masjid Agung Nurul Islam, Ketua PCNU Kota Singkawang Ajak Jamaah Bijak Bermedia Sosial

Anis Hidayatie
19 Maret 2026 | 07.57 WIB Last Updated 2026-03-19T00:57:27Z


Ketua PCNU Kota Singkawang Ceramah pada Tarawih ke-29 di Masjid Agung Nurul Islam, Ajak Jamaah Bijak Bermedia Sosial

SINGKAWANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ketua PCNU Kota Singkawang, Drs. H. Edy Purwanto Achmad, M.Pd., menyampaikan ceramah penuh makna saat Salat Tarawih malam ke-29 Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Agung Nurul Islam. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di bulan suci Ramadhan.

Di hadapan ratusan jamaah, Edy Purwanto menekankan pentingnya sikap tabayyun atau klarifikasi dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan umat Islam untuk memeriksa kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya.

“Di era digital ini, setiap orang bisa menjadi penyebar informasi. Namun, tidak semua informasi yang kita terima itu benar. Karena itu, penting bagi kita untuk berhati-hati agar tidak terjebak dalam menyebarkan hoaks dan fitnah,” ujarnya.

Menurutnya, kemudahan teknologi saat ini seringkali membuat seseorang tergesa-gesa dalam membagikan informasi tanpa melakukan verifikasi. Padahal, dalam Islam, tindakan tersebut dapat berdampak besar dan berpotensi merugikan orang lain.

Ia juga mengingatkan jamaah tentang tanggung jawab setiap individu atas apa yang dilihat, didengar, dan diyakini. Hal ini merujuk pada Surah Al-Isra ayat 36 yang menegaskan bahwa seluruh pancaindra manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

“Tidak hanya lisan, hari ini dosa juga bisa dilakukan melalui jari jemari. Apa yang kita tulis, komentar yang kita buat, hingga apa yang kita sebarkan di media sosial, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Lebih lanjut, Edy menggambarkan suasana hari kiamat sebagaimana dijelaskan dalam Surah Yasin, ketika tangan dan kaki manusia menjadi saksi atas perbuatannya. Ia mengajak jamaah untuk merenungkan konsekuensi dari setiap aktivitas di dunia maya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, termasuk dalam bermedia sosial. Ia menegaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari menyebarkan keburukan.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti dakwah, menyebarkan kebaikan, dan mempererat ukhuwah. Jangan sampai menjadi sarana untuk saling menjatuhkan,” pesannya.

Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, Edy juga mengajak jamaah untuk menjaga nilai-nilai keislaman yang santun dan moderat, termasuk dalam berinteraksi di ruang digital.

Ceramah tersebut ditutup dengan doa agar umat Islam senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga lisan, pandangan, dan perbuatan, serta dijauhkan dari fitnah dan kebohongan.

Momentum Tarawih ke-29 ini pun menjadi pengingat bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tarawih ke-29 di Masjid Agung Nurul Islam, Ketua PCNU Kota Singkawang Ajak Jamaah Bijak Bermedia Sosial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now