Banner Iklan

Peran Pilot Balon dalam Prakiraan Cuaca: Pengalaman Magang Mahasiswa di Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda

Admin JSN
31 Maret 2026 | 10.11 WIB Last Updated 2026-03-31T03:11:53Z

 

Gambar. Foto Bersama Praktik Observasi Atmosfer


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM - Kegiatan magang yang dilaksanakan di Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa dalam memahami secara langsung praktik observasi atmosfer. Kegiatan ini dibimbing oleh dosen pembimbing akademik, Ibu Nenni Mona Aruan, S.Si., M.Si., serta didampingi secara langsung oleh pembimbing lapangan dari Unit Aerologi Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Bapak Siswanto, S.Si., M.Si.

Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam proses pengamatan udara atas yang dilaksanakan di Unit Aerologi. Kegiatan magang yang berlangsung selama tiga bulan ini berfokus pada pelaksanaan pengamatan Radio Sonde dan Pilot Balon (Pibal). Secara khusus, pengamatan pibal dilakukan untuk mengetahui arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer tertentu.

Pengamatan ini memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan penerbangan serta meningkatkan akurasi analisis dan prakiraan cuaca. Stasiun Meteorologi Juanda sendiri merupakan unit pelaksana teknis yang berfungsi menunjang operasional meteorologi, terutama dalam memenuhi kebutuhan informasi cuaca bagi sektor transportasi udara.

Dalam kegiatan pengamatan pillot balon, mahasiswa terlibat langsung mulai dari proses persiapan pengamatan, pencatatan lintasan gerak balon di udara yang dimana terdapat sudut elevasi dan azimuth dengan alat Optical Theodolite untuk menentukan arah serta kecepatan angin pada berbagai ketinggian, hingga menganalisis sudut azimuth dan elevasi pada Website Aerologin yang sudah disiapkan pada Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda. 

Selain aspek teknis, kegiatan magang ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga operasional meteorologi. Program magang menjadi sarana transfer pengetahuan sekaligus upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mitigasi bencana dan perubahan iklim. Hal ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang aksi terhadap perubahan iklim.

Pengalaman magang ini juga memperlihatkan keterkaitan erat antara meteorologi dan ilmu fisika. Pengamatan Pilot Balon (pibal) merupakan penerapan konsep fisika seperti dinamika fluida, gerak partikel, serta prinsip trigonometri dalam penentuan posisi balon. Data yang dihasilkan menjadi representasi nyata bagaimana teori fisika digunakan untuk memahami fenomena atmosfer.

Menurut Auliatus Zahra, kegiatan magang di Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pengamatan atmosfer dalam mendukung analisis cuaca operasional. Selama kegiatan berlangsung, ia terlibat dalam pengumpulan dan pengolahan data udara atas melalui metode pibal untuk mengetahui arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan atmosfer. Melalui program MBKM ini, pengalaman magang menjadi kesempatan berharga dalam memahami praktik observasi meteorologi serta peran lembaga meteorologi dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem dan pembangunan berkelanjutan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peran Pilot Balon dalam Prakiraan Cuaca: Pengalaman Magang Mahasiswa di Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now