Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama dan Aang Kunaifi Ajak Pemuda Jawa Timur CPA Mengawal Demokrasi

Admin JSN
31 Maret 2026 | 11.07 WIB Last Updated 2026-03-31T04:07:28Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam agenda Syawalan Pemuda Jawa Timur di Surabaya (29/3)./dok. Istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Komisi III Lia Istifhama dan Ketua KPU Jatim, Aang Kunaifi memberi pesan kepada pemuda Jawa Timur untuk CPA dalam mengawal demokrasi.

Pesan ini disampaikan dalam agenda Syawalan Pemuda Jawa Timur pada Minggu (29/3) di Surabaya.

Apa itu CPA?

Merujuk pada pesan dari dua narasumber, Lia Istifhama dan Aang Kunaifi, CPA yang dimaksud adalah cerdas, peduli, dan aktif.

Tiga sikap ini menurut Lia dan Aang sangat dibutuhkan untuk menjalani kehidupan sosial hingga perihal demokrasi.

Di hadapan para pemuda dari berbagai elemen seperti Duta Putra Putri Sidoarjo, KNPI, hingga Ruang Kolaborasi Pemuda, Lia Istifhama mengingatkan pentingnya kemampuan membaca kualitas di tengah derasnya arus informasi.

"Strateginya adalah bagaimana kita cerdas membaca kualitas. Tantangan kita hari ini adalah referensi publik," ungkap Ning Lia, sapaan akrabnya.

Di era digital saat ini, menurutnya, informasi sudah sangat melimpah, namun tidak semuanya memiliki kualitas yang baik. Maka, pemuda dituntut untuk lebih selektif dan kritis dalam menyaring informasi, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan dan masa depan bangsa.

Ning Lia juga menekankan pentingnya nilai spiritual sebagai pegangan hidup. "Saya hanya meyakini kepada Allah SWT. Ibarat kita perjalanan di tengah tol, kita harus tetap fokus dan punya arah," imbaunya.

Kemudian, dalam dinamika demokrasi, masyarakat menurutnya tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas pilihan yang diambil. Sebab, pilihan publik sering kali didasarkan pada persepsi terhadap integritas seseorang.

"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat. Seseorang dipilih karena dianggap memiliki integritas. Maka kalau ingin menjadi pemimpin, kita harus memperkuat kecerdasan kita," imbuhnya.

Tingginya kepekaan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan warganet (netizen), juga dinilai Lia dapat memiliki peran besar dalam membentuk opini publik.

"Ternyata negara Indonesia ini kuat karena netizennya. Kepekaannya tinggi," serunya.

Kaum pemuda pun ia ajak untuk berani membangun dari apa yang dimiliki saat ini, serta mengedepankan kolaborasi.

"Kita bangun. Kita pemuda, kita punya apa. Kita kombinasikan, kita bumikan dengan cara yang cantik," tegasnya.

Ketua KPU Jatim, Aang Kunaifi mengajak pemuda untuk cerdas, peduli, dan aktif dalam demokrasi./Instagram @kpu_jatim

Pada momen yang sama, Ketua KPU Jawa Timur, Aang Kunaifi, melengkapi perspektif tersebut dengan menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam proses demokrasi.

Masih dalam suasana Syawal, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya hadir saat hari pencoblosan, tetapi juga ikut mengawal proses pemilu sejak awal.

"Sering kali kita merasa cukup hanya datang dan memilih. Padahal demokrasi itu proses panjang. Kita semua punya peran sejak jauh hari sebelumnya," jelasnya.

Aang juga mengungkapkan masih adanya sikap apatis di tengah masyarakat terhadap pemilu. Padahal, menurutnya, publik memiliki ruang luas untuk memberi masukan, mengawasi, hingga mengkritisi penyelenggaraan pemilu.

"Kalau kita tidak peduli, lalu siapa lagi? Demokrasi yang baik itu lahir dari masyarakat yang mau terlibat," tuturnya.

Aang juga menganggap, di tengah kemajuan teknologi ada peluang besar bagi pemuda untuk berperan lebih aktif. Namun, ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak hanya cepat menerima informasi, tetapi juga cerdas dalam menyaringnya.

Menjelang Pemilu 2029, Aang menegaskan bahwa tantangan akan semakin kompleks. Maka, pemuda dituntut untuk adaptif, kritis, dan memiliki integritas.

"KPU selalu terbuka. Tapi demokrasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi masyarakat, terutama anak-anak muda," tandasnya.

Forum Syawalan ini diselenggarakan untuk memberi pesan, bahwa masa depan Jawa Timur dan Indonesia tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kualitas pemudanya.

Pemuda yang berkualitas menurut forum tersebut adalah yang cerdas membaca informasi, kuat dalam menilai, serta aktif mengambil peran dalam demokrasi. ***

Editor: YAN



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama dan Aang Kunaifi Ajak Pemuda Jawa Timur CPA Mengawal Demokrasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now