Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Semarak GEBYAR RAMADHAN 2026 kian terasa di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dharma Wanita Persatuan (DWP) kampus ini menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Al-Qur’an bertajuk “Bersama Al-Qur’an, Hati Terarah dan Hidup Penuh Berkah”. Kegiatan itu digelar pada Rabu (4) kemarin di Halaqah Lantai 2 Ma’had UIN Maliki Malang.
Menghadirkan dua agenda utama—Khataman Al-Qur’an (Khotmil Qur’an) dan Mauidhah Hasanah oleh Prof. Dr. HM. Faisol Fatawi, M.Ag.—kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun keluarga sakinah dan masyarakat berakhlakul karimah.
Sorotan utama tertuju pada sambutan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama, Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, M.A. Dalam pidatonya yang penuh energi dan optimisme, ia menegaskan bahwa kekuatan DWP terletak pada soliditas dan kerja tim, bukan pada kerja personal.
Foto: Wakil Rektor IV UIN Maliki Malang
“Dukungan para sesepuh kepada pengurus DWP adalah energi luar biasa. Dalam organisasi ini, kerja tim adalah kunci. Kita tidak bisa mengandalkan kerja personal,” tegasnya di hadapan jajaran pengurus dan anggota DWP yang hadir.
Ia menyoroti besarnya potensi yang dimiliki DWP, mulai dari para ustadzah, hafidzah, bu nyai, hingga profesional seperti dokter dan psikolog. Menurutnya, DWP adalah “paket komplit” yang jika dikelola dengan sinergi dan visi bersama, mampu memberikan dampak strategis bagi pengembangan lembaga.
“Peran DWP memang sering sunyi, tetapi dampaknya luar biasa bagi kampus. Ibu-ibu adalah kekuatan besar—istri ASN dan ASN perempuan—yang menopang produktivitas dan kinerja para bapak di UIN Maliki Malang,” ujarnya.
Dalam konteks tema Nuzulul Al-Qur’an, Prof. Abdul Hamid mengajak seluruh hadirin merenungkan makna “hati” bukan sekadar organ biologis, melainkan kalbu—pusat nilai dan kesadaran spiritual. Ia menekankan bahwa kegiatan spiritual seperti khotmil qur’an, shalawatan, dan istighotsah bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar mengetuk pintu-pintu langit agar dianugerahi hati yang jernih dan bersih.
“Hati yang bersih akan melahirkan kebersamaan. Dan dengan kebersamaan, setiap hambatan dapat kita selesaikan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa era kini adalah era transparansi, di mana segala hal terbuka dan dapat diakses publik. Karena itu, DWP diharapkan terus berkontribusi secara nyata dalam membangun budaya organisasi yang akuntabel, inklusif, dan berdampak.
“Pesan Rektor jelas: DWP harus mampu menciptakan legacy—program-program yang sulit dilupakan karena manfaat dan dampaknya nyata,” tambahnya, seraya menyampaikan salam dan apresiasi dari Rektor atas kegiatan yang mencerminkan keguyuban, kebersamaan, dan semangat berbagi.
Sementara itu, Ketua DWP UIN Maliki Malang, Ibu Layyinah Basri, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh seluruh pengurus dan anggota. Ia juga menyambut hangat anggota DWP yang baru bergabung, menyebut kehadiran mereka sebagai energi dan semangat baru bagi organisasi.
“Tanpa kebersamaan dan keikhlasan ibu-ibu semua, kegiatan ini tidak mungkin terselenggara dengan baik. Semoga kebersamaan ini menjadi ladang amal dan ruang bertumbuh bersama,” tuturnya.
Dilaksanakan tepat pada 15 Ramadhan 1447 Hijriah, di pertengahan bulan suci yang diyakini sebagai momentum terbaik memperkuat ikatan ruhani, kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Ia menjelma menjadi panggung sinergi spiritual antara keluarga besar kampus dan lingkungan Ma’had—mengukuhkan peran DWP sebagai motor penggerak nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan keluarga dan sosial.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?