Banner Iklan

Gelombang Dukungan Menguat, Tokoh Advokat hingga Dahlan Iskan Dorong Usman Effendi Pimpin IKADIN Surabaya

Anis Hidayatie
17 Maret 2026 | 01.28 WIB Last Updated 2026-03-16T18:28:40Z


 Gelombang Dukungan Menguat, Tokoh Advokat hingga Dahlan Iskan Dorong Usman Effendi Pimpin IKADIN Surabaya

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Dukungan terhadap pencalonan Usman Effendi, SH, MH sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Surabaya semakin menguat. Sejumlah tokoh advokat yang tergabung dalam gerakan Bung Usman Membangun IKADIN Surabaya (BUMI) secara terbuka menyatakan dukungannya agar Usman Effendi maju dan memimpin organisasi advokat tersebut.

Dukungan itu disampaikan pada Senin 16 Maret 2026 oleh sejumlah tokoh IKADIN Surabaya, di antaranya Samba Perwirajaya, SH, MH, Muhammad Faisal, SH, MH, serta Sahlan, SPd, SH, MH. Mereka menilai Usman Effendi sebagai figur yang memiliki pengalaman, integritas, serta komitmen kuat dalam membangun organisasi advokat yang profesional dan berintegritas.

Menurut Samba Perwirajaya, gerakan BUMI menjadi wadah konsolidasi para advokat yang ingin melihat IKADIN Surabaya semakin solid dan berperan aktif dalam penguatan profesi advokat.

“Bung Usman adalah figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan pengalaman organisasi yang kuat. Kami melihat beliau mampu menyatukan berbagai elemen advokat dan membawa IKADIN Surabaya semakin maju,” ujar Samba.

Hal senada disampaikan Muhammad Faisal. Ia menilai kepemimpinan Usman Effendi diharapkan mampu menghadirkan pembaruan dalam organisasi, terutama dalam meningkatkan profesionalisme advokat dan memperkuat peran IKADIN dalam penegakan hukum.

“Kami ingin IKADIN Surabaya menjadi organisasi yang semakin profesional dan memiliki kontribusi nyata dalam menjaga marwah profesi advokat serta pelayanan hukum kepada masyarakat,” kata Faisal.

Sementara itu, Sahlan menegaskan bahwa dukungan kepada Usman Effendi lahir dari kesadaran bersama para advokat untuk membangun organisasi yang lebih kuat dan berdaya saing.

“Bung Usman memiliki komitmen besar untuk membangun IKADIN Surabaya secara lebih terbuka, modern, dan responsif terhadap perkembangan hukum. Kami yakin di bawah kepemimpinannya, organisasi ini akan semakin solid dan profesional,” ujar Sahlan.

Dukungan terhadap Usman Effendi juga datang dari tokoh nasional Dahlan Iskan. Mantan Menteri BUMN tersebut menilai organisasi profesi membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki integritas dan semangat membangun.

Menurut Dahlan, sosok Usman Effendi dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan mampu membangun organisasi advokat yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Saya melihat Bung Usman memiliki visi yang jelas untuk membangun organisasi yang kuat dan profesional. Dukungan dari banyak tokoh advokat menunjukkan bahwa beliau dipercaya mampu membawa IKADIN Surabaya ke arah yang lebih baik,” ujar Dahlan Iskan.

Menanggapi berbagai dukungan tersebut, Usman Effendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh advokat serta masyarakat yang memberikan kepercayaan kepadanya.

Ia menegaskan bahwa pencalonannya bukan semata untuk jabatan, melainkan sebagai upaya bersama membangun IKADIN Surabaya menjadi organisasi advokat yang semakin solid, profesional, dan berintegritas.

“Ini adalah amanah besar. Jika diberi kesempatan memimpin, saya ingin mengajak seluruh advokat untuk bersama-sama memperkuat IKADIN Surabaya sebagai organisasi yang menjaga marwah profesi dan memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum,” kata Usman.

Gerakan BUMI (Bung Usman Membangun IKADIN Surabaya) diharapkan menjadi momentum konsolidasi para advokat untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus mendorong lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa IKADIN Surabaya semakin maju dan berpengaruh dalam dunia hukum.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gelombang Dukungan Menguat, Tokoh Advokat hingga Dahlan Iskan Dorong Usman Effendi Pimpin IKADIN Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now